Di Malioboro, Jokowi Luncurkan Bantuan Rp1,2 Juta untuk 1 Juta PKL 

Petugas kepolisian memverifikasi data PKL dan warung kecil penerima bantuan di Mapolresta Jogja, Sabtu (9/10/2021). Sebanyak satu juta PKL dan warung kecil di Indonesia berkesempatan mendapatkan bantuan Rp1,2 juta dari pemerintah. - Harian Jogja/Yosef Leon
09 Oktober 2021 12:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Satu juta pedagang kaki lima (PKL) dan warung kecil di Indonesia akan mendapatkan bantuan uang tunai sebesar Rp1,2 juta dari pemerintah. Penyaluran bantuan diluncurkan Presiden Joko Widodo di kawasan Malioboro, Jogja pada Sabtu (9/10/2021).

Bantuan diberikan secara simbolis di kawasan Malioboro, tepatnya Jalan Ahmad Yani sebelah barat. Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur DIY Sri Sultan HB X, dan Wali Kota Jogja Haryadi Suyuti.

"Pagi hari ini saya bersama Pak Menko Ekonomi dan Gubernur DIY dan juga menteri lainnya serta Walikota Jogja ingin meresmikan dimulainya pemberian bantuan tunai untuk PKL dan warung kecil. Sebanyak satu juta PKL dan warung se-Indonesia akan diberikan bantuan sebanyak Rp1,2 juta oleh pemerintah," kata Jokowi. 

Bantuan uang tunai yang diberikan tersebut bakal disalurkan oleh aparat TNI dan Polri di masing-masing wilayah. Di Kota Jogja, secara bersamaan titik penyaluran juga digelar di Mapolresta Jogja dan Makodim/0734 Kota Jogja. 

Menurut Jokowi, pemerintah telah mengalkulasi bantuan yang diberikan itu. Nilai yang diberikan diharapkan mampu menjadi stimulus bagi PKL dan warung terdampak Covid-19. 

"Menurut hitungan kita itu cukup dan akan dimulai pertama kali di kawasan Malioboro Jogja. Dengan mengucap Bismillah hirohman nirohim, bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung kecil lewat TNI dan Polri saya nyatakan dimulai," ujar Jokowi.

Ketua Koperasi Tri Dharma Malioboro, Rudiarto, mengajukan sebanyak 907 anggota paguyuban ke pemerintah untuk mengakses bantuan uang tunai tersebut. Petugas akan kembali melakukan verifikasi kepada PKL dan warung kecil yang diajukan itu. Jika terdaftar dan termasuk ke dalam penerima bantuan pemerintah lainnya otomatis akan gugur. 

"Data sudah kami sampaikan ke TNI/Polri, namun semuanya dilakukan mereka dan syarat untuk mendapatkan itu ada ketentuannya, misal untuk yang sudah dapat BLT, BPUM kan tidak dapat lagi," kata Rudiarto.

Pada kesempatan itu, 300 PKL dan warung kecil yang mendapatkan bantuan tunai. PKL dan warung kecil tersebut merupakan pedagang yang diusulkan oleh masing-masing komunitas dan paguyuban. Sementara, menurut Rudiarto ada sebanyak 3.000 an PKL dan warung yang berjualan di sepanjang Malioboro. 

Kasubag Humas Polresta Jogja, AKP Timbul Sasana Raharja mengatakan, Polresta Jogja menjadi salah satu penyalur dalam bantuan tunai bagi PKL dan warung kecil dari pemerintah. Di Mapolresta ada 299 orang yang diundang untuk berkesempatan mengakses bantuan tersebut. 

Selain usulan dari komunitas dan paguyuban, pendataan dilakukan dengan melibatkan masing-masing bhabinkamtibmas di tiap wilayah. Petugas akan memastikan bahwa identitas warung dan PKL berasal dari wilayah setempat dan belum menerima bantuan dari pemerintah. 

"Dalam penyaluran, masing-masing daerah dibagi berdasar tanggal ganjil dan genap, hari ini yang tanggal ganjil Polresta Jogja yang menyalurkan untuk wilayah Gedongtengen, Danurejan dan Ngampilan," ujarnya. 

Suharjito, pedagang blangkon di kawasan Malioboro menyebut, bantuan yang diterimanya nanti akan digunakan untuk modal usaha. Selama pembatasan yang dilakukan akibat pandemi Covid-19 dia mengaku penjualan berkurang karena pengunjung Malioboro yang menurun.