Hari Museum Nasional: Museum Buktikan Ketangguhan Hadapi Pandemi

Ketua Panitia Perayaan 50 tahun Barahmus, GKR Bendara berbicara dalam Puncak perayaan Hari Museum Nasional 2021 yang digelar daring, Selasa (12/10 - 2021).
12 Oktober 2021 23:57 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Puncak perayaan Hari Museum Nasional 2021 digelar di Jogja, Selasa (12/10/2021). Acara yang digelar secara daring ini menjadi acara puncak dari rangkaian acara Peringatan 50 Tahun Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY, yang sudah berlangsung sejak 7 Agustus 2021.

Acara ini dihadiri secara virtual oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset & Teknologi, Nadiem Makarim, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ketua Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana, dan Ketua Umum Barahmus DIY Ki Bambang Widodo.

Nadiem mengatakan sebagai bangsa yang besar, sudah sepatutnya kita merawat warisan pendahulu kita. Salah satu caranya adalah melalui Museum. "Saat ini Indonesia memiliki 509 museum dan jumlahnya terus bertambah seiring tumbuhnya kesadaran akan pentingnya museum. Semua sudah menyadari bahwa museum adalah sumber pengetahuan tentang asal-usul kita sebagai suatu bangsa, dan sumber kekuatan kita untuk membangun masa depan,” katanya.

Baca juga: Kapasitas Kader Posyandu di Sleman Terus Diperkuat

Sandiaga Salahudin Uno berharap ada adaptasi penerapan protokol kesehatan CHSE untuk destinasi pariwisata. Kedua, Inovasi dengan mengembangkan jalur wisata tematik di destinasi super prioritas Borobudur dengan tema Edu-tour dengan melibatkan museum dan cagar budaya sebagai daya tarik unggulan. "Juga penguatan narasi atau storytelling, serta pemanfaatan teknologi dan kolaborasi pentahelix," katanya.

Sri Sultan Hamengkubowono X berharap momentum ini mampu menguatkan kesadaran dan komitmen kita bersama, untuk mampu mengemas koleksi museum yang berasal dari masa silam, sehingga bisa jadi pelajaran untuk masa kini dan masa mendatang.

"Koleksi-koleksi museum juga tidak harus melulu berupa benda-benda kuno. Koleksi-koleksi terbaru juga perlu dipresentasikan sebagai bentuk inovasi dan kreativitas sehingga koleksinya terus berkembang dan relevan,” tambah Sri Sultan.

Baca juga: Dihujat karena Memarahi Seorang Kakek, Baim Wong Tak Menyesal

Adapun Putu Supadma Rudana menyoroti bagaimana museum di Indonesia menghadapi tantangan yang sangat besar dua tahun belakangan. “Dalam dua tahun terakhir, museum di Indonesia telah memperlihatkan ketangguhannya menghadapi efek panjang pandemi. Museum memastikan tugas utama tetap berjalan: mengedukasi masyarakat, dan juga untuk misi pelestarian, dan telah memanfaatkan TI agar mudah diakses masyarakat,” jelas Putu.

Ketua Panitia Perayaan 50 tahun Barahmus, GKR Bendara berharap, kegiatan yang telah berjalan dalam rangkaian kegiatan 50 Tahun Barahmus DIY ini bisa menghadirkan manfaat bagi museum-museum Indonesia.

"Momentum ini tepat untuk mengajak rekan-rekan permuseuman untuk bersama sama repackaging culture, repackaging museum, karena tidak ada budaya dan sejarah yang kuno hanya kemasannyalah butuh perubahan,” katanya.(*)