Duh..Warga di Kulonprogo Mulai Enggan Tes Covid-19, Penularan Potensi Merebak

Ilustrasi. - Freepik
12 Oktober 2021 15:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo menilai jika masyarakat mulai enggan untuk melalui pemeriksaan spesimen dengan metode PCR maupun antigen. Hal tersebut dikhawatirkan berdampak kepada penularan Covid-19 di masyarakat rentan sehingga menimbulkan kematian.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati, mengatakan merujuk dari data yang dimiliki oleh gugus tugas, uji spesimen telah dilakukan kepada 2.874 sampel per Oktober 2021. Terlebih, positivity rate turun menjadi dua persen.

"Namun demikian, ada sekitar 27.000 lansia yang belum menerima suntikan vaksin Covid-19. Memang, angka vaksinasi Covid-19 dosis pertama di wilayah Kulonprogo telah melampaui target nasional yakni sebesar 77,3 persen," kata Baning pada Selasa (12/10/2021).

Dikatakan Baning, menurunnya animo masyarakat dalam upaya pemeriksaan Covid-19 baik melalui PCR maupun antigen dikhawatirkan berdampak negatif terhadap keberadaan masyarakat rentan yang mempunyai resiko terpapar Covid-19 lebih tinggi dibandingkan kelompok masyarakat lainnya.

BACA JUGA: Wanda Hamidah Mengaku Ditipu Asuransi Prudential, Para Rekan Artis Beri Dukungan

"Sebab, dari 59 penambahan kasus hingga Senin (11/10/2021) kemarin, empat orang dinyatakan meninggal dengan usia di atas 55 tahun. Kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan bila dibandingkan Juli lalu. Tercatat, ada 8.309 kasus, Agustus 4.272 kasus dan September 737 kasus," ujar Baning.

Lebih lanjut, Baning mengimbau agar masyarakat harus tetap waspada dengan penurunan kasus positif Covid-19. Dikarenakan, penurunan kasus bersifat global apalagi mobilitas masyarakat sudah meningkat cukup drastis.

"Kami berpesan kepada masyarakat supaya tetap melaksanakan protokol Covid-19 secara ketat. Yakni, menjaga jarak satu sama lain, menggunakan masker dengan benar dan selalu mencuci tangan dengan sabun serta hand sanitizer," papar Baning.