Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Bupati Kulonprogo, Sutedjo/Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, SENTOLO--Destinasi wisata di Kapanewon Sentolo menjadi sorotan Pemkab Kulonprogo. Pengelola objek wisata Gunung Dayakan di Dusun Kaliwiru, Kalurahan Tuksono, Kapanewon Sentolo, diharapkan mempersiapkan diri menjadi salah satu alternatif destinasi wisata di wilayah Bumi Binangun.
Bupati Kulonprogo Sutedjo mengatakan objek wisata Gunung Dayakan merupakan hasil dari program Sambang Kulonprogo atau Sambanggo yang dicetuskan Dinas Pariwisata Kulonprogo.
Sambanggo yang diluncurkan pada 2020 bertujuan menggerakkan sektor pariwisata di Kulonprogo yang sempat vakum imbas terkena dampak pandemi Covid-19 ditambah diberlakukannya PPKM berjenjang
"Gerakan Sambanggo di Sentolo merupakan gerakan kedelapan. Rencananya, Sambanggo akan dilaksanakan sebanyak 10 kali hingga akhir tahun. Gerakan Sambanggo sendiri terdiri dari tiga bagian, yaitu Sambang Gisik, Sambang Gawe, dan Sambang Gunung. Gerakan Sambanggo di Desa Tuksono ini merupakan bagian dari Sambang Gisik," kata Sutedjo pada Selasa (19/10/2021) saat peninjauan calon destinasi wisata hasil program Gerakan Sambanggo bersama Wakil Bupati Kulonprogo Fajar Gegana di kapanewon Sentolo.
Sutedjo memberikan jempol kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat dalam membangun dan mengelola calon destinasi wisata ini.
“Materi atau produk yang ditampilkan jangan hanya meniru tempat lain. Harus ciri khas yang di tempat lain tidak ada. Ini akan jadi tambahan daya tarik,” terang Sutedjo.
Panewu Sentolo, Sigit Purnomo, mengatakan di tahun 2017, Desa Tuksono terpilih dalam program desa mandiri budaya oleh Pemda DIY. Sigit menambahkan salah satu langkah awal yang telah dilakukan untuk mengembangkan desa mandiri budaya di Tuksono adalah dengan membangun Taman Bendung Kamijoro.
"Kemudian calon destinasi wisata di Gunung Dayakan ini diharapkan mampu menambah pilihan wisata di Desa Tuksono. Calon destinasi wisata yang ada di Gunung Dayakan ini, semoga berkembang dengan baik dan jadi destinasi sesuai yang kita harapkan," terang Sigit.
Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, menyampaikan apresiasi terhadap adanya calon destinasi wisata di Tuksono ini. Ia berharap semoga calon destinasi wisata bisa berkembang dengan lancar. Akhid menambahkan bahwa dalam membangun destinasi wisata perlu disiapkan dengan matang sebelum dibuka untuk umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.
Google meluncurkan Gemini 3.5 Flash di Google I/O 2026. Model AI baru ini lebih cepat, murah, dan fokus mendukung era AI agent.