Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Bulevar di tengah-tengah Jl. Suroto, Kotabaru, Jogja, Senin (17/9/2018)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Kotabaru dan Kotagede di Kota Jogja akan dikembangkan sebagai kawasan wisata yang lebih maju. Dinas Pariwisata Kota Jogja menyiapkan dua kawasan cagar budaya untuk dikenalkan kepada publik guna mengurangi beban kunjungan ke Malioboro.
Pengusulan Sumbu Filosofi, termasuk kawasan Malioboro di dalamnya, ke UNESCO harus diikuti dengan pengurangan beban kunjungan ke destinasi pilihan wisatawan itu. Dua kawasan cagar budaya yang dipilih yakni Kotabaru dan Kotagede. Strategi pengembangan wisata di dua lokasi itu akan menonjolkan keunggulan budaya dengan keunikan khas yang dipunyai.
Kotabaru akan mengusung tema besar destinasi wisata premium lewat sejumlah paket-paket wisata. Ciri khas bangunan heritage peninggalan zaman Belanda akan menjadi salah satu daya tarik yang ditawarkan.
Sementara, pengembangan wisata di Kotagede juga menjadi bagian dari pembangunan sisi selatan Jogja. Wilayah ini selama ini dikenal punya potensi wisata sejarah budaya dan kulinernya. Penataan terhadap dua lokasi yang disiapkan tersebut pun telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir lewat pemugaran bangunan cagar budaya, penataan pedestrian dan menambah sejumlah ornamen penghias.
"Salah satu isu yang menjadi syarat dalam pengajuan Sumbu Filosofi ke UNESCO adalah soal carrying capacity atau daya tampung di kawasan Malioboro. Mau tidak mau kita juga harus cepat menyiapkan titik lain untuk memecah keramaian. Jangan sampai berlebihan dengan kumpulnya manusia di satu titik yang menyebabkan Sumbu Filosofi justru berkurang nilainya," kata Kepala Dinas Pariwisata Jogja Wahyu Hendratmoko, Minggu (26/2/2023).
Wahyu menjelaskan pariwisata merupakan denyut nadi dan jantung bagi perekonomian Jogja. Dengan suasana alam yang kurang mendukung, sektor kebudayaan masih menjadi keunggulan yang akan dijual kepada wisatawan. Jawatannya telah menyiapkan beragam paket wisata di dua kawasan cagar budaya itu. Keberadaan kampung wisata dan Kelompok Sadar Wisata nantinya juga bakal mendongkrak pertumbuhan pengunjung di wilayah itu.
BACA JUGA: Mario Dandy Satriyo Lulusan SMP di Jogja, Begini Kesaksian Para Guru tentang Perilakunya
"Kami akan tambah anemitas di sana salah satunya yakni lewat penataan pedestrian, penerangan jalan umum dengan lampu hias yang cantik, siang hari dan malam juga bagus," ujarnya.
Sepanjang tahun ini, kata dia, akan banyak event-event unggulan yang akan ditampilkan di dua wilayah tersebut khususnya kawasan Kotabaru.
Serangkaian atraksi dan berbagai kegiatan telah dikonsep dan akan ditampilkan siang atau malam hari. Misalnya Tour de Kotabaru yang sudah dilaksanakan sejak pandemi Covid-19 lalu. Potensi wisata lain semacam kuliner, wisata budaya dan sejarah, serta wisata belanja pun disebutnya lengkap di kawasan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.