Berlibur ke Pantai Bisa Pakai Kartu Vaksin

Pengunjung saat memindai aplikasi peduli lindungi di area pintu masuk TPR Baron di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari. Rabu (20/10/2021). - Ist.
21 Oktober 2021 06:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, TANJUNGSARI – Penerapan aplikasi Peduli Lindungi di uji coba pembukaan destinasi wisata di Gunungkidul belum berjalan lancar. Pasalnya, masih ada pengunjung yang tak memiliki aplikasi ini.

Koordinator Tempat Pemungutan Retribus (TPR) Baron, Heri Mulyono mengatakan, usai dikeluarkannya edaran pembukaan destinasi wisata langsung ditindaklanjuti dengan realisasi pembukaan pada Rabu (20/10). Sesuai dengan peraturan, di setiap destinasi harus menyediakan QR code aplikasi Peduli Lindungi.

Akses ini, sambung dia, tidak ada masalah karena di seluruh lokasi wisata yang ditarik retribusi telah memiliki scan barkode. Fasilitas tersebut langsung digunakan sebagai syarat masuk ke kawasan wisata.

“Tapi di lapangan ternyata masih ada kendala, walaupun sudah disediakan QR code untuk akses aplikasi,” kata Heri kepada wartawan, Rabu (20/10/2021).

Menurut dia, salah satu kendala di lapangan, ada sejumlah pengunjung tidak memiliki aplikasi Peduli Lindungi. Ini dikarenakan beberapa faktor, selain belum melakukan instalasi, ada juga pengunjung yang tidak memiliki gawai guna mendukung kinerja dari aplikasi.

“Sebagai gantinya, kami minta menunjukan bukti vaksin agar bisa masuk ke pantai,” katanya.

Meski demikian, Heri memastikan sudah banyak pengunjung yang paham dengan persyaratan masuk ke kawasan wisata. Disinggung mengenai jumlah pengunjung yang masuk, Heri mengakui sudah ramai karena hingga Rabu siang yang melalui TPR Barong sekitar 5.000 orang. “Untuk kendaraan sudah ratusan yang masuk ke pantai,” katanya.