Keberangkatan Pekerja Migran Asal Bantul ke Negeri Jiran Masih Tertunda

Foto ilustrasi. - Antara
27 Oktober 2021 08:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sejumlah calon pekerja migran Indonesia masih tertahan keberangkatannya. Alasannya masih banyak negara tujuan yang belum dibuka untuk pemberangkatan pekerja migran.

Sekretaris Disnakertrans Bantul, Istirul Widilastuti menyampaikan sejak 2020 sejumlah calon pekerja migran Indonesia asal Bantul masih belum bisa berangkat di pengujung tahun 2021. Mayoritas mereka memiliki tujuan utama keberangkatan ke Malaysia dan Korea.

"Kalau terkait dengan pemberangkatan dari pandemi 2020 sampai 2021 ini khususnya di tujuan PMI di paling besar ada di Malaysia dan Korea itu belum memberangkatkan. Masih tertahan, pemerintah menunggu kondisi membaik dulu," tuturnya pada Selasa (26/10/2021).

Selain melihat kondisi perkembangan kasus Covid-19, Istirul juga masih menunggu izin untuk memberangkatkan calon pekerja migran ke dua Korea dan Malaysia. Dua tujuan tersebut memang jadi sasaran utama pekerja migran Bantul.

Baca juga: Mau Lompat Jembatan Kretek karena Putus Cinta, Pemuda Godean Diamankan Polisi

"Sementara mereka kemarin baru dalam tahapan seleksi. Sedang menunggu pemberangkatan saja. Kalau suasana sudah baik, mungkin akan ada pemberitahuan untuk bisa memberangkatkan," tambahnya.

Istirul mencatat baru lima pekerja migran Indonesia asal Bantul berangkat tahun ini. Kelimanya berangkat menuju Polandia yang telah menerima pekerja migran asal Indonesia. "Pekerja migran Indonesia yang melalui penempatan kerja luar negeri antar kerja antar negara yang melalaui BP2MI yang dbererangkatkan lima orang ke Polandia," tandasnya

Padahal bila kondisi normal, biasanya ribuan pekerja migran asal Bantul bisa diberangkatkan di berbagai tujuan. "Yang ke Malaysia saja bisa ratusan orang," ungkapnya.

Kabar yang cukup baik muncul dari penyaluran kerja antar daerah di Indonesia. Istirul menjelaskan untuk penyaluran kerja antar daerah kemungkinan akan dibuka. Saat ini juga telah banyak calon pekerja yang masuk pada tahap seleksi. "Yang ke Batam kemarin sudah sekitar 80 orang dan sudah nunggu keberangkatan saja pekan depan," jelasnya.