Hari Pahlawan Jadi Momentum Dewan untuk Mawas Diri

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati saat ditemui di ruang kerjanya di Kantor DPRD Kulonprogo, Kapanewon Pengasih, Kulonprogo, Selasa (9/11/2021). - Istimewa
10 November 2021 05:07 WIB Media Digital Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November menjadi momentum bagi seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Kulonprogo, baik masyarakat umum, anggota legislatif, maupun pemerintah untuk menghayati perjuangan para pahlawan. Penghayatan ini bisa dilakukan dengan mendasarkan segala perilaku dengan tiga hal yakni perjuangan, semangat, dan keikhlasan.

Penegasan itu disampaikan oleh Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo, Akhid Nuryati saat dikonfirmasi, Selasa (9/11). Menurut Akhid, tiga unsur yakni perjuangan, semangat, dan keikhlasan menjadi sebuah dasar bagi seluruh warga di Bumi Binangun dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.

"Tiga landasan yang sudah dimiliki oleh para pahlawan tersebut harus dimaknai betul oleh seluruh lapisan masyarakat, mulai dari warga masyarakat, aparatur sipil negara (ASN), Bupati bersama seluruh jajarannya, dan kami di DPRD Kulonprogo. Kalau semua lapisan masyarakat bisa benar-benar memaknai tiga unsur tersebut, itu sangat sesuai dengan kondisi di Kulonprogo saat ini," kata politikus perempuan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Unsur perjuangan, menurut Akhid, sesuai dengan realita yang ada saat ini. Masa pandemi Covid-19 yang belum tahu kapan akan berakhir membuat seluruh lapisan masyarakat harus berjibaku dan selalu berjuang untuk melawan dan bertahan di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19.

"Semua masyarakat harus bersama-sama berjuang bangkit dari aspek kesehatan maupun dari segi ekonomi. Aspek kesehatan menjadi penting di tengah pandemi Covid-19. Masyarakat, eksekutif, sampai legislatif diharapkan mampu berkolaborasi untuk menghindari penularan Covid-19. Aspek ekonomi juga menjadi sangat penting. Semua harus berjuang agar indeks pertumbuhan ekonomi di Kulonprogo terus bergerak naik," kata Akhid.

Unsur kedua yakni semangat menjadi hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Semangat menjadi alasan utama masyarakat untuk tetap bertahan di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19. Optimisme harus terus ditumbuhkan di tengah masyarakat.

"Kami harus terus berusaha menumbuhkan optimisme masyarakat, apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini. Seperti halnya ketika saya berbicara soal Bedah Menoreh. Program Bedah Menoreh harus dimaknai sebagai sebuah semangat. Kita harus bersama-sama membedah Perbukitan Menoreh agar muncul kesejahteraan di wilayah ini," kata Akhid.

Unsur terakhir yakni keihklasan, menurut Akhid, juga berhubungan dengan pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih terus berlangsung. Menurutnya, tidak jelasnya kapan pandemi Covid-19 akan berakhir membuat masyarakat harus ikhlas dalam melakukan segala aktivitasnya. Rasa ikhlas ini menjadi sebuah unsur penting dalam menghadapi pandemi. "Rasa ikhlas dimiliki oleh para pejuang terdahulu. Hari ini kita tidak tahu pandemi Covid-19 akan selesai. Kita tidak tahu kapan Yogyakarta International Airport [YIA] bisa beroperasi secara penuh sehingga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Karena pandemi Covid-19, semua menjadi serba samar-samar. Oleh karena itu, semua harus berjuang tanpa syarat dan tanpa embel-embel apapun seperti yang dilakukan oleh para pahlawan yang berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan," ujar Akhid.

Hari Pahlawan 2021 yang memiliki tema Pahlawanku Inspirasiku menjadi momentum bagi Akhid dan jajarannya di DPRD Kulonprogo untuk mawas diri. Tiga unsur yang disampaikan oleh Akhid yakni perjuangan, semangat, dan ikhlas harapannya bisa dilaksanakan secara maksimal oleh setiap anggota Dewan.

"Kalau mau meneladani pahlawan, ya kami harus kembali ke khitah awal sebagai anggota Dewan. Kami ini wakil rakyat, aspirator. Jadi, seluruh kinerja kami harus dimaknai dan dihayati dengan tiga unsur tadi, yakni perjuangan, semangat, dan keikhlasan," kata Akhid.

Akhid berharap anggota Dewan di DPRD Kulonprogo memiliki jiwa yang juga dimiliki oleh pahlawan bangsa. Anggota Dewan bisa meniru bagaimana perjuangan Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, dan Cut Nyak Dien dalam upaya mengusir para penjajah," ujar Akhid. (*)