Advertisement

DIY Diguyur Hujan Deras, Otoritas Pastikan Jadwal Penerbangan di YIA Tak Terganggu

Hafit Yudi Suprobo
Kamis, 11 November 2021 - 19:17 WIB
Bhekti Suryani
DIY Diguyur Hujan Deras, Otoritas Pastikan Jadwal Penerbangan di YIA Tak Terganggu Maskapai penerbangan di bandara YIA-Harian Jogja - Hafit Yudi Suprobo

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menegaskan jika hujan deras yang terjadi pada Kamis (11/11/2021) tidak menyebabkan adanya perubahan jadwal penerbangan.

PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta, Agus Pandu Purnama, mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di wilayah Kulonprogo belum mengakibatkan adanya perubahan jadwal penerbangan di Bandara YIA. "Penerbangan di YIA tidak terdampak," kata Agus Pandu saat dikonfirmasi pada Kamis (11/11/2021).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dikatakan Agus Pandu, jadwal keberangkatan maupun kedatangan di Bandara YIA masih sesuai dengan jadwal. Hujan deras tidak mengakibatkan adanya keterlambatan maskapai penerbangan baik yang berangkat maupun tiba di YIA.

BACA JUGA: Ducati Marah ke Panitia Sirkuit Mandalika, Kargo Motor Balapnya Dibuka Petugas

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Bandara YIA mengimbau agar maskapai penerbangan yang ingin take off maupun landing di Bandara YIA memperhatikan pergerakan awan cumulonimbus. Cuaca hujan yang mengguyur wilayah Kulonprogo akhir-akhir ini cenderung membentuk pertumbuhan awan cumulonimbus, khususnya di perairan Jawa.

Kepala Stasiun Meteorologi Bandara YIA, Warjono, mengatakan pertumbuhan awan cumulonimbus di wilayah Kulonprogo, khususnya di atas Bandara YIA masih terjadi. Dikarenakan, cuaca hujan yang terus mengguyur wilayah sebagian besar DIY.

"Selain itu, terdapat tekanan rendah yang terjadi di selatan pulau Jawa. Sehingga, fenomena tersebut berdampak kepada pertumbuhan awan cumulonimbus di sekitar pulau Jawa. Pertumbuhan awan cumulonimbus hampir menyeluruh. Namun, pertumbuhan awan cumulonimbus yang paling dominan ada di laut Jawa," ujar Warjono pada Kamis (11/11/2021).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Erdogan Umumkan Keadaan Darurat Selama Tiga Bulan untuk Cari Korban Gempa

News
| Rabu, 08 Februari 2023, 01:27 WIB

Advertisement

alt

Meski Ada Gempa, Minat Masyarakat ke Turki Tak Surut

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 22:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement