3 BUMD di Kota Jogja Diguyur Dana Rp69 Miliar

Foto ilustrasi. - Ist/Freepik
15 November 2021 23:27 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja menyertakan modal senilai Rp69 miliar kepada tiga badan usaha milik daerah (BUMD) yang beroperasi di wilahnya. Ketiga BUMD itu yakni Bank BPD DIY, BPR Bank Jogja, dan PDAM Tirta Marta. Seremonial penyerahan dilakukan pada Senin (15/11/2021) di kantor pusat Bank BPD DIY.

Adapun ketiganya masing-masing mendapat tambahan modal yang beragam. Bank BPD DIY memperoleh suntikan modal yang terbesar dengan nominal Rp45 miliar, kemudian BPR Bank Jogja mendapat tambahan sebesar Rp15 miliar dan PDAM Tirta Marta sebanyak Rp9 miliar.

Walikota Jogja, Haryadi Suyuti mengatakan, penambahan modal kepada tiga perusahaan pelat merah itu diharapkan bisa meningkatkan kinerja dan layanan operasional perusahaan yang nantinya juga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, penyertaan modal juga sebagai bentuk dukungan Pemkot Jogja terhadap kinerja perusahaan.

BACA JUGA: Warga Jogja Siap-Siap! Banyak Razia Lalu Lintas hingga 28 November

"Penyertaan modal ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan, tapi juga kepercayaan kami kepada ketiga perusahaan tersebut," katanya.

Haryadi mengaku optimistis bahwa penyertaan modal akan diikuti pula dengan peningkatan layanan dan juga perluasan bisnis yang sesuai dengan aturan. Penyertaan modal itu juga mengacu dengan Peraturan Daerah Kota Jogja Nomor 17/2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Pemerintah Daerah kepada BUMD.

"Kami sama-sama berharap, penyertaan modal ini sejalan dengan penguatan dalam menjalankan roda operasional, menjadi korporasi yang tangguh dalam menghadapi perubahan, tanggap dalam merespons kebutuhan masyarakat serta menjadi institusi yang amanah," kata Haryadi.

Direktur Utama Bank BPD DIY, Santoso Rohmad mengatakan, penyertaan modal sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Apalagi di masa pandemi sekarang yang membuat dampak ekonomi belum pulih sepenuhnya. Dia menyebut bahwa modal adalah salah satu kunci kuatnya perusahaan untuk berkembang dengan sehat.

"Operasional bank akan semakin luas sehingga dukungan untuk pemberdayaan masyarakat pun bisa dilakukan lebih baik, termasuk untuk kebutuhan ekspansi kredit ke masyarakat," kata Santoso.