Kota Magelang Perkuat Kelurahan Hadapi Dampak Perubahan Iklim
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
Presiden IIBF, Heppy Trenggono (dua dari kiri/baju batik) saat berada di acara Silatnas ke-12 IIBF./foto Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA-Agenda tahunan Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) salah satunya yaitu Silaturahim Nasional (Silatnas). Silatnas ke-12 pada tahun ini dilaksanakan selama dua hari, dari Jumat – Sabtu (12-13/11/2021).
Peserta Silatnas datang dari berbagai daerah di Indonesia. Jumlah yang datang tak kurang dari 500 orang, sehingga panitia perlu menyewa beberapa hotel atau penginapan di kawasan Kaliurang Sleman. Adapun lokasi utama pelaksanaan Silatnas ke-12 IIBF, yaitu di D’Kaliurang Resort dan Convention dan disemarakkan dengan sejumlah stan bazaar produk.
Menurut Presiden IIBF, H Heppy Trenggono M Kom, kegiatan Silatnas antara lain bisa menjadi ajang silaturahmi, membangun atau memupuk semangat kekeluargaan serta merapatkan barisan pengusaha muslim di Indonesia.
“Beberapa tahun sebelumnya, Silatnas IIBF pernah dilaksanakan di kompleks Monjali Jogjakarta. Tahun ini di Jogja lagi, sebab ada beberapa alasan seperti soal SDM, tempat sampai pihak pemerintahannya yang sangat mendukung,” terangnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Selasa (16/11/2021).
Baca juga: Ini 4 Lokasi Terbaru Tanah Longsor di Kulonprogo
Ditambahkan Heppy, Silatnas tahun ini mengusung tema "Mengambil Tanggung Jawab di Era Pandemi". Adapun salah satu hikmah pandemi, yakni bagaimana masyarakat lebih bisa membangun Indonesia dengan semangat persatuan, persaudaraan maupun saling tolong-menolong.
Penggagas Gerakan Beli Indonesia ini menambahkan, Gerakan Beli Indonesia mengandung tiga sikap perjuangan bangsa Indonesia, yaitu membeli produk Indonesia, membela bangsa Indonesia dan menghidupkan semangat persaudaraan. “Selain itu kami berharap, salah satu hasil dari Silatnas ini, yaitu agar pemerintah benar-benar memperhatikan keberadaan UMKM yang ada di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu Ketua IIBF Jogjakarta, Mukhlis Hari Nugroho mengungkapkan, umur IIBF saat ini sudah 12 tahun. Berbagai pengalaman sudah banyak diperoleh dan siap menebar manfaat bagi masyarakat luas.
“Silatnas kali ini tak hanya dihadiri pengurus dan anggota IIBF dari seluruh Indonesia, tapi banyak pula yang datang bersama keluarganya. Semua orang-orang hebat dan semoga Silatnas ini bisa membawa berkah,” paparnya.
Ditambahkan Mukhlis, beberapa kegiatan penting pada Silatnas ke-12 IIBF di Jogjakarta, misalnya dialog atau diskusi nasional kebangsaan, pemaparan materi seputar bisnis dan deklarasi nasional kebangsaan.
“Deklarasi nasional kebangsaan pada akhir acara Silatnas IIBF antara lain ada dari pihak anggota dan pengurus IIBF, Masyarakat Bela Beli Indonesia (MBBI), Pimpinan Nasional Gerakan Beli Indonesia (GBI) serta Presiden IIBF,” imbuh Mukhlis. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kota Magelang memperkuat program DEKSI untuk menghadapi risiko kesehatan akibat perubahan iklim dengan melibatkan kelurahan dan masyarakat.
DPRD Bantul meminta data 9.216 KPM yang terindikasi judi online diverifikasi ulang karena dikhawatirkan terjadi kesalahan dan penyalahgunaan NIK.
Teknologi MotoGP seperti IMU, kontrol traksi, wheelie control, quick shifter, dan ABS kini hadir pada motor jalan raya.
Normalisasi sejumlah sungai di Kulonprogo dilakukan untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan. DPRD mengecek pengerukan dan penguatan tepi sungai.
Cara merawat mobil listrik tidak hanya soal baterai. Simak panduan pengisian daya, fast charging, ban, coolant, software, dan penyimpanan.
Timnas Basket Indonesia kalah 53-98 dari Jepang di laga perdana Asian Games 2026. Simak jalannya pertandingan dan jadwal selanjutnya melawan Korea.