Prestasi Moncer, Bupati Apresiasi Atlet Paralimpiade Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Sunaryanta saat berfoto bersama dengan atlet paralimpiade Gunungkidul usai bertanding di ajang Peparnas Papua 2021 Senin (15/11). - Harian Jogja/David Kurniawan.
16 November 2021 08:27 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Bupati Gunungkidul Sunaryanta memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas torehan prestasi atlet paralimpiade yang tampil di Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI di Papua. Dalam even ini, para atlet berhasil menyumbangkan empat medali emas, dua perak dan tiga perunggu untuk kontingen DIY.

“Saya langsung menyambut atlet ke bandara di Kulonprogo. Ini sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka,” kata Sunaryanta kepada wartawan, Senin (15/11/2021).

Menurut dia, perjuangan para atlet ini harus dihargai karena mampu mengharumkan nama Gunungkidul di ajang olahraga tingkat nasional. Sunaryanta juga berharap momentum ini dijadikan untuk pengembangan dan pembinaan yang lebih lagi sehingga memunculkan atlet-atlet baru yang mampu berbicara di tingkat nasional, bahkan di dunia.

“Pasti akan ada penghargaan sebagai ungkapan terima kasih atas prestasi yang raih para atlet,” katanya.

Di ajang Peparnas Papua 2021, ada ada 11 atlet paralimpiade Gunungkidul yang mewakili kontingen DIY. Adapun rinciannya, tujuh atlet angkat berat, dua atletik serta di cabang olahraga panahan dan bulutangkis masing-masing satu atlet.

Di ajang olahraga untuk disabilitas ini, atlet Gunungkidul berhasil tampil gemilang dengan menyumbangkan empat emas, dua perak dan tiga perunggu untuk DIY. Cabor angkat berat dan balap kursi roda menjadi andalah karena masing-masing menyumbang dua medali emas.

Untuk angkat berat, atlet paralimpiade Gunungkidul atas nama Untung Subagyo berhasil memecahkan rekor nasional di kelas 65 kilogram putra dengan total angkatan seberat 153 kilogram. Sedangkan di sektor putri di kelas 50 Kilogram, Sutiayah juga memecahkan rekor nasional dengan angkatan seberat 85 kilogram. “Tentunya kami bangga dengan raihan ini,” kata pelatih angkat berat Gunungkidul, Agung Wibowo.

Meski kedua berhasil memecahkan rekor nasional, namun apresiasi patut disematkan pada atlet balap kursi roda Danu Kuswantoro. Pasalnya, ia berhasil menyumbangkan dua medali emas dan satu medali perak untuk kontingen DIY.

Adapun medali emas disumbangkan melalui nomor 800 meter dan 200 meter putra. Sedangkan untuk nomor 400 meter putra, Danu harus puas finis di urutan ketiga.