UKM Didorong Bangkit lewat Pameran

Para pelaku UKM menerima plakat penghargaan untuk display stan terbaik jenis batik, kuliner, kerajinan, dan produk inovatif dalam pameran UKM Jogja Bangkit: Tanggap Tanggon Tuwuh dari Dinas Perdagangan Kota Jogja di Galeria Mal, Gondokusuman, Jogja, Minggu (14/11). (ist - Dinas Perdagangan Kota Jogja)
17 November 2021 04:07 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA–Dinas Perdagangan Kota Jogja sebagai satuan tugas pemulihan ekonomi mendorong bangkitnya Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan promosi, salah satunya dengan pameran.

Bertajuk UKM Jogja Bangkit: Tanggap, Tanggon, Tuwuh, pameran berlangsung di Malioboro Mal pada 1-7 November dan Galeria Mal pada 8-14 November 2021.

Menurut Kepala Bidang Bimbingan Usaha Promosi dan Kemitraan Dinas Perdagangan Kota Jogja, Benedict Cahyo Santosa, pameran ini bertujuan memulihkan perekonomian setelah terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Sesuai dengan tema, harapannya UKM di Jogja bisa tanggap dengan situasi, tanggon atau tangguh dalam menghadapi persoalan dan kondisi, serta tuwuh atau mampu berkembang dan beradaptasi dengan lingkungan apa pun.

Lokasi pameran di mal sebagai cerminan tempat yang menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. “Ini juga berbarengan dengan momen dibukanya mal, karena mal memenuhi standar protokol kesehatan yang baik untuk melaksanakan sebuah event atau kegiatan. Mulai dari penerapan aplikasi Peduli Lindungi, pengecekan suhu tubuh, wajib memakai masker dan sebagainya,” kata Benedict, Selasa (16/11).

Dalam dua kali pameran ini, sebanyak 80 UKM turut berpartisipasi. Sebanyak 40 di Malioboro Mal, dan jumlah yang sama di Galeria Mal. UKM ini berasal dari jenis kuliner, kerajinan, pakaian, sampai perak. Pameran ini sebagai fasilitas UKM yang selama ini kesulitan memasarkan produknya.

“Kami mengangkat atau memfasilitasi UKM wilayah yang selama ini kesulitan, karena terbatas [kondisi] pandemi Covid-19,” kata Benedict.

Disambut Baik

Lantaran ini masih masa peralihan dari kehidupan yang ketat semasa pandemi menuju beberapa pelonggaran, ia menyebut perlu hati-hati di semua sektor acara. Namun adanya pameran setelah vakum sejak awal pandemi disambut baik oleh UKM dan masyarakat.

“Memang betul perlu memaksimalkan pemasaran online, tetapi belum semua bisa, terutama yang kurang paham secara teknologi, meski dari dinas juga melakukan pendampingan dan pembinaan untuk berdagang secara online untuk alternatif. Tapi tidak bisa memungkiri perlu pameran konvensional juga,” kata Benedict. Dinas Perdagangan Kota Jogja mengajak UKM untuk tetap semangat menghadapi situasi apa pun.