Siswa SMA/SMK Positif Covid-19 di Sleman Mulai Dirawat di Isoter

Ilustrasi. - Freepik
26 November 2021 17:47 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Sebanyak 13 siswa SMA/SMK dari 20 siswa yang terpapar Covid-19 mulai mengisi ruang perawatan Isolasi Terpusat (Isoter) Asrama Haji Jogja. Mereka akan menjalani perawatan hingga dinyatakan sembuh.

Penanggungjawab Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC) Sleman Makwan mengatakan para siswa SMA/SMK yang dinyatakan positif Covid-19 mulai menghuni ruang perawatan di Isoter Asrama Haji. "Sebanyak 12 siswa sudah mengisi Isoter sejak Kamis (25/11/2021). Hari ini, (kemarin) bertambah satu siswa sehingga totalnya 13 siswa," kata Makwan, Jumat (26/11/2021).

Hingga kini, lanjut Makwan, Isoter berkasitas 136 bed tersebut hanya dihuni oleh 13 siswa SMA/SMK yang dinyatakan positif Covid-19 hasil uji swab metode polymerase chain reaction (PCR). Dengan demikian masih ada sekitar delapan siswa lagi yang belum masuk ke Isoter dan memilih isolasi di rumah.

Terpisah, Kepala Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Sleman Priyo Santoso meluruskan pernyataannya terkait seorang siswa SMA Kalasan yang positif Covid-19. Priyo menjelaskan, setelah ditelusuri lebih dalam untuk SMA Kalasan tidak ditemukan siswa yang positif Covid-19.

"Jadi untuk SMA Kalasan hasil tes PCR nya semuanya negatif. Jadi yang kemarin infonya ada satu siswa yang geseh, kami luruskan kembali," ujar Priyo.

Disinggung hasil PCR untuk swab acak bagi siswa di SMK Insan Cindekia Turi, menurut Priyo, hingga kini Dikmen belum mendapatkan laporannya. "Kami sudah konfirmasi ke sekolah, hasilnya belum keluar. Mudah-mudahan sehat semua," harap Priyo.

Hal senada disampaikan Kepala Sekolah SMKS Insan Cendekia Ina Dwiati. Dijelaskan Ina, berdasarkan hasil koordinasi dengan Puskesmas hasil tes PCR yang sampelnya diambil pada Rabu (24/11/2021) kemarin baru diketahui 2-3 hari kemudian. "Untuk hasilnya belum keluar. Kami sudah konfirmasi dengan Puskesmas," ujarnya.

BACA JUGA: WHO Rapat Darurat Bahas Varian Baru Corona, Diyakini Lebih Cepat Menular

Dia berharap, baik guru maupun siswa yang diambil sampelnya semuanya dalam kondisi sehat. Sebab selama menggelar kegiatan pembelajatan tatap muka (PTM), sekolah menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Cahya Purnama mengatakan berdasarkan hasil uji swab acak ditemukan sebanyak 20 kasus siswa SMA/SMK di Sleman yang positif Covid-19. "Hasil tracing dari random sampling PCR di SLTA 24 November kemarin, ditemukan 20 kasus tambahan," kata Cahya, Kamis (25/11/2021).

Temuan kasus paling banyak terdapat di SMKN 1 Tempel sebanyak 14 kasus, SMAN 1 Cangkringan, SMAN 1 Seyegan dan SMAN 1 Pakem masing-masing dua kasus. "Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Dikmen dan Puskesmas wilayah untuk segera tracing di lingkungan dan mengarahkan ke isoter," ujar Cahya.

Menurut Cahya, banyaknya siswa SMA/SMK yang terpapar Covid-19 ini tidak terlepas dari tingginya mobilitas mereka. Pasalnya siswa-siswa SMA/SMK ini sudah lebih mandiri sehingga aktivitas untuk berkumpul dan berkerumun juga tinggi. "Kondisi berbeda dengan siswa SD dan SMP yang mana mau ke sekolah harus diantar jemput. Jadi memantaunya lebih mudah," katanya.

Oleh karenanya, ia meminta agar seluruh masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan 5 M meliputi memakai masker, mencuci tangan pakai sabun / hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menghindari kerumunan. "Apalagi setelah divaksin status mereka yang terpapar Covid-19 menjadi orang tanpa gejala (OTG)," katanya.