Pandemi Tingkatkan Volume Perkuliahan Antarbenua

Rektor UII Profesor Fathul Wahid saat memberikan sambutan dalam Parnters Gathering, Sabtu (11/12/2201). - Ist/UII.
12 Desember 2021 07:07 WIB Sunartono Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pandemi Covid-19 tidak selalu membuat perguruan tinggi terpuruk. Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi salah satu kampus yang mampu memanfaatkan peluang di tengah pandemi dengan meningkatkan program bertaraf internasional. Sistem perkuliahan daring membuat komunikasi perkuliahan mahasiswa antarbenua kian mudah dan volumenya meningkat dengan tanpa mengurangi esensi perkuliahan.

Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Networking dan Kewirausahaan UII Wiryono Raharjo dalam Temu Mitra (Partners Gathering) digelar terbatas di Ballroom Kasultanan, Hotel Royal Ambarrukmo, Sabtu (11/12/2021). Menurutnya UII tetap eksis dari level domestik hingga skala internasional. Pandemi yang ada justru dimanfaatkan sebagai peluang untuk menaikkan posisi.

“Aktivitas daring membuka kesempatan yang sangat luas. Sebagai contoh program international credit transfer meningkat dua kali lipat dari jumlah biasanya,” jelas Wiryono dalam rilisnya.

Ia menambahkan mahasiswa internasional dapat merasakan kuliah yang lebih ekonomis, karena tidak harus datang ke kampus. Begitu juga agenda Global Partnership juga semakin terbuka lebar. Sebagai catatannya agenda itu merupakan jalinan kerja sama internasional yang terbagi atas tiga zona: Amerika, Asia-Pasifik dan Australia.

“Hampir tiap benua yang terjalin memiliki representasi di tiap-tiap negaranya. Menjamur dan semakin mudahnya pertemuan virtual dipandang sebagai opsi. Hal itu terbukti dalam berlangsungnya aktivitas mahasiswa yang double degree di UII, sekarang tetap kita lakukan secara daring,” katanya.

Wiryono menyatakan kampusnya memperkuat kemitraan menjadi salah satu strategic plan. Implementasi kerja sama secara domestik mencapai 72,66% dengan total mitra yang terlibat sebesar 139. Sedangkan dalam skala internasional, kerja sama yang berhasil implementasi mencapai 90%. Sepanjang tahun 2021 telah tercatat ada 42 perjanjian kerja sama yang baru ditandatangani. Angka tersebut masih di luar dari perjanjian kerja sama yang tidak tertulis.

“Kondisi pandemi menyebabkan lanskap yang ada berubah seketika. Mobilitas yang mudah untuk saling berkunjung menjadi terbatas. Strategi kami bertahan, berbenah, dan bertumbuh. Fokus kami adalah menjaga kesehatan, bagaimana kita tetap sehat dan kuliah tetap berjalan aman,” katanya.

Rektor UII Profesor Fathul Wahid mengatakan agenda Temu Mitra 2021 ini bertujuan untuk mendapatkan pandangan baru dari setiap mitranya. Angka implementasi capaian bersama mitra, selalu menekankan agar kerja sama yang ada tidak hanya berhenti dalam nota kesepahaman tetapi juga implementasinya, agar sama-sama memberikan manfaat. Menurutnya, dalam melanggengkan kerja sama, ada dua hal yang diyakini penting yakni saling memberi keuntungan dan mendapatkan manfaat antara mitra.

“Hari ini kami akan lebih banyak mendengar kritik dan saran dari Bapak/Ibu sekalian. Harapannya masukan tersebut dapat kita formulasikan dan tindak lanjuti di waktu yang mendatang,” ujarnya.