Jaga Pasokan Pangan, Dewan Ingatkan Warga Tak Belanja Berlebihan

Widi Sutikno - Istimewa
15 Desember 2021 01:37 WIB Media Digital Jogja Share :

JOGJA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja jorjoran menjelang akhir tahun atau saat Natal dan Tahun Baru. Kebijaksanaan masyarakat dinilai bakal berpengaruh terhadap kuantitas stok pangan dan kestabilan harga di pasaran.

Anggota Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DIY, Widi Sutikno menyebut di masa Natal dan Tahun Baru sejumlah harga bahan pokok cenderung melonjak karena banyaknya permintaan di lapangan. Perayaan hari raya biasanya membuat permintaan terhadap kebutuhan pokok naik dan berimbas kepada harga.

"Tetapi belakangan kami melihat harganya masih di angka yang tidak terlalu tinggi, seperti komoditas cabai yang belakangan ini naik masih dalam taraf yang wajar, terutama karena meningkatnya permintaan," kata Widi, Selasa (14/12/2021).

Dia menjelaskan kestabilan harga pangan di pasaran dipengaruhi oleh sejumlah hal. Selain sisi permintaan dan penawaran, momentum akhir tahun biasanya bisa menjadi penyebab naiknya harga sejumlah komoditas. Meski begitu, kenaikan harga yang terkendali tidak selalu berakibat buruk, hal itu justru kadang bisa menjadi stimulus.

"Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kebijaksanaan masyarakat dalam berbelanja. Jangan sampai menyetok bahan pangan dengan jumlah yang sangat banyak karena pengaruhnya tentu bakal mengkhawatirkan," ujarnya.

Di sisi lain, menurut Widi, Dinas Perdagangan juga bisa mengambil opsi untuk menggelar operasi pasar pada akhir tahun ini jika harga sembako naik cukup tinggi. Penyelenggaran operasi pasar di sejumlah titik bakal mampu menurunkan harga jual dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Tentunya operasi pasar harus didahului dengan survei yang mendetail. Misalnya data harga sembako bisa dikomparasikan antardaerah, kemudian dilihat apakah kondisi harga sudah melebihi batas atau tidak. Nah, jika perlu intervensi sebaiknya langsung dilakukan," katanya.

Di sisi lain, Widi berpendapat bahwa status kota pariwisata yang melekat pada DIY mesti disikapi dengan memastikan bahwa stok bahan pangan bagi kebutuhan warga bisa mencukupi. Musababnya, permintaan rumah tangga dan industri pariwisata pada akhir tahun pastinya bakal meningkat. Oleh karena itu, pemerintah perlu bersinergi dengan daerah lain yang sekiranya bisa menyuplai aneka kebutuhan pangan agar kebutuhan sembako bagi masyarakat dan juga pariwisata bisa tercukupi. "DIY secara geografis sangat memungkinkan dan tidak terlalu susah aksesnya. Hanya komunikasi yang perlu dijalin dengan daerah lain," kata Widi. (ADV)