Memahamkan Bahaya Judol lewat Bedah Buku
Upaya menggaungkan budaya membaca melalui kegiatan bedah buku terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY.
Widi Sutikno/Istimewa
JOGJA-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mengimbau masyarakat untuk tidak berbelanja jorjoran menjelang akhir tahun atau saat Natal dan Tahun Baru. Kebijaksanaan masyarakat dinilai bakal berpengaruh terhadap kuantitas stok pangan dan kestabilan harga di pasaran.
Anggota Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD DIY, Widi Sutikno menyebut di masa Natal dan Tahun Baru sejumlah harga bahan pokok cenderung melonjak karena banyaknya permintaan di lapangan. Perayaan hari raya biasanya membuat permintaan terhadap kebutuhan pokok naik dan berimbas kepada harga.
"Tetapi belakangan kami melihat harganya masih di angka yang tidak terlalu tinggi, seperti komoditas cabai yang belakangan ini naik masih dalam taraf yang wajar, terutama karena meningkatnya permintaan," kata Widi, Selasa (14/12/2021).
Dia menjelaskan kestabilan harga pangan di pasaran dipengaruhi oleh sejumlah hal. Selain sisi permintaan dan penawaran, momentum akhir tahun biasanya bisa menjadi penyebab naiknya harga sejumlah komoditas. Meski begitu, kenaikan harga yang terkendali tidak selalu berakibat buruk, hal itu justru kadang bisa menjadi stimulus.
"Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kebijaksanaan masyarakat dalam berbelanja. Jangan sampai menyetok bahan pangan dengan jumlah yang sangat banyak karena pengaruhnya tentu bakal mengkhawatirkan," ujarnya.
Di sisi lain, menurut Widi, Dinas Perdagangan juga bisa mengambil opsi untuk menggelar operasi pasar pada akhir tahun ini jika harga sembako naik cukup tinggi. Penyelenggaran operasi pasar di sejumlah titik bakal mampu menurunkan harga jual dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Tentunya operasi pasar harus didahului dengan survei yang mendetail. Misalnya data harga sembako bisa dikomparasikan antardaerah, kemudian dilihat apakah kondisi harga sudah melebihi batas atau tidak. Nah, jika perlu intervensi sebaiknya langsung dilakukan," katanya.
Di sisi lain, Widi berpendapat bahwa status kota pariwisata yang melekat pada DIY mesti disikapi dengan memastikan bahwa stok bahan pangan bagi kebutuhan warga bisa mencukupi. Musababnya, permintaan rumah tangga dan industri pariwisata pada akhir tahun pastinya bakal meningkat. Oleh karena itu, pemerintah perlu bersinergi dengan daerah lain yang sekiranya bisa menyuplai aneka kebutuhan pangan agar kebutuhan sembako bagi masyarakat dan juga pariwisata bisa tercukupi. "DIY secara geografis sangat memungkinkan dan tidak terlalu susah aksesnya. Hanya komunikasi yang perlu dijalin dengan daerah lain," kata Widi. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Upaya menggaungkan budaya membaca melalui kegiatan bedah buku terus dilakukan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY.
Pilur Gunungkidul dimulai. Dua lurah kembali menghadapi istri sebagai calon karena tidak ada bakal calon lain yang mendaftar.
Simak ramalan 12 zodiak hari ini hingga 27 September 2026, dari Aries, Taurus, Gemini, hingga Pisces.
PTSL Temanggung 2026 mencapai 94 persen. Sebanyak 10.339 bidang tanah selesai, sementara 659 bidang masih dalam proses penyelesaian.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Polresta Solo mengamankan 35 motor berknalpot brong dalam razia balap liar. Motor wajib diganti knalpot standar sebelum diambil.