Perbaikan Jalan dan Drainase Depan Pasar Ngawen Ditarget Rampung 18 Oktober 2026
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Macan Tutul Jawa / Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Menlhk
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jejak tapak kaki misterius di lahan di Padukuhan Panggul Kulon, Candirejo, Semanu belum diketahui pasti apakah bekas pijakan macan atau hewan lain. Meski demikian, BKSDA DIY mensinyalir di wilayah Gunungkidul masih menjadi habibat macan jenis tutul.
Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, BKSDA DIY, Tugimayanto mengatakan, untuk jejak kaki hewan di area pembangunan Pondok Pesantren di Padukuhan Panggul Kulon, Candirejo masih dicari kepastiannya. Oleh karena itu, sejak Selasa (21/1/2026) dipasang tiga kamera trap guna memantau dan merekam adanya gerakan hewan liar di sekitar lokasi.
Meski belum diketahui secara pasti, namun menurut dia, di Gunungkidul masih ada habibat macan tutul. Keberadaan hewan ini ditemukan di wilayah Kapanewon Girisubo.
“Ada hasil kamera trap yang memperlihatkan seekor macan tutul berkeliaraan di wilayah Girisubo,” kata Tugimayanto, Rabu (21/1/2026).
Meski demikian, ia belum bisa memastikan lokasi pastinya. Namun dari sisi geografis, wilayah Girisubo masih tergolong alami dengan wilayah perbukitan dan hutannya masih lebat dan penuh dengan vegetasi tumbuhan.
“Yang jelas jauh dari permukiman,” katanya.
Di sisi lain, sambung Tugimayanto, untuk jumlah populasi dari macan tutul ini harus dilakukan kajian yang lebih mendalam lagi. “Untuk di Semanu, kalau benar macan, kemungkinan besar jenis tutul. Sebab, untuk harimau di Gunungkidul sudah tidak ada,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, BKSD DIY melakukan pemasangan kamera trap di sekitar lokasi penampakan jejak hewan yang diduga macan di Padukuhan Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Rabu (20/1/2026). Di Bulan Januari ini sudah ada tiga kali penampakan hewan yang hingga sekarang masih misterius tersebut.
Pengendali Ekosistem Hutan, BKSDA DIY, Taufan Kharis mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan berkaitan dengan jejak yang diduga macan di dekat pembangunan pondok pesantren di Padukuhan Panggul Kulon, Candirejo, Semanu. Upaya pengamatan di sekitar lokasi telah dilakukan, tapi untuk memastikan jejak hewan ini, maka dilakukan pemasangan kamera trap di tiga titik.
Rencananya, kamera trap dipasang selama dua minggu. Namun, setiap minggunya akan dilakukan pengecekan untuk melihat hasil tangkapan gambar dari alat ini.
“Nanti kita lihat, apakah benar ada macan atau hewan liar lainnya yang tertangkap kamera yang dipasang,” katanya.
Jejak hewan yang mengebohkan warga Semanu muncul pertama kali pada 2 Januari 2026. Selanjutnya, pada 10 dan 15 Januari 2026 juga ditemukan jejak dengan ciri-ciri yang sama.
“Untuk bulan ini sudah ada tiga temuan jejak kemunculan macan di lokasi pembangunan ponpes. Terakhir muncul pada Kamis [15/1/2026] malam,” kata salah seorang pekerja pembangunan pondok, Heru Purwanto.
Menurut dia, warga percaya bahwa jejak itu merupakan jejak tapak kaki dari macan. Pasalnya, dari omongan antar warga, pernah ada yang melihat macan berkeliaran.
“Kemungkinan jejak-jejak ini adalah macan karena pernah ada yang melihat. Apalagi kalau dari bentuknya juga hewan dengan ukuran yang besar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp967 juta untuk memperbaiki jalan depan Pasar Ngawen sekaligus membangun drainase agar tak mudah rusak.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 27 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
DPRD Gunungkidul menegaskan Perubahan APBD 2026 harus berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar besarnya anggaran.
HP mulai bermasalah? Kenali tanda pada layar, baterai, dan suhu sebelum memutuskan mengganti perangkat.
Bangun siang bisa memengaruhi ritme sirkadian, jadwal tidur, konsentrasi, suasana hati, hingga rutinitas harian. Ini 13 dampaknya.
iPhone 18 Pro 1TB dan 2TB dilaporkan memakai QLC, sedangkan 256GB dan 512GB menggunakan TLC. Simak hasil uji performanya.