Bregada Rakyat Jadi Agen Promosi Wisata DIY

Upacara pergantian bregada di Pendapa Wiyata Praja, kompleks Kepatihan, Selasa (14/12/2021) sore. - Harian Jogja/Jumali
15 Desember 2021 23:07 WIB Media Digital Jogja Share :

JOGJA—Dinas Pariwisata DIY terus mengenalkan keberadaan bregada rakyat. Selain sebagai ikon budaya, bregada rakyat juga menjadi agen promosi wisata.

Program pengenalan bregada rakyat dilakukan bersama Badan Otorita Borobudur (BOB). Salah satunya melalui Festival Pergantian Bregada Rakyat Malioboro, di Pendapo Wiyata Praja, kompleks Kepatihan, Selasa (14/12).

Kepala Dispar DIY Singgih Raharja mengatakan festival ini adalah rangkaian dari kegiatan Bregada Rakyat Malioboro yang telah diluncurkan 9 November lalu. Festival ini bertujuan meningkatkan popularitas ikon pariwisata di Jogja.

"Karena masih masa pandemi Covid-19, maka pergantiannya kami helat di kompleks Kepatihan. Para Bregada ini biasanya melakukan pergantian jaga setiap 35 hari sekali atau Selasa Wage," kata Singgih di sela-sela acara.

Ke depan dengan kondisi pandemi yang diperkirakan akan mulai membaik, proses pergantian ini, menurut Singgih diharapkan akan menjadi atraksi yang bisa dilihat oleh masyarakat umum dan wisatawan.

"Empat bregada ini adalah bregada rakyat di sekitar Malioboro. Nantinya keempatnya keluar dan bergantian berjaga setiap 35 hari sekali," kata Singgih.

Adapun empat bregada yang ada di sekitar Malioboro tersebut adalah Bregada Suryatmaja, Bregada Rekso Winongo, Bregada Saeko Kapti, dan Bregada Wirososro. Untuk pergantian bregada yang dilakukan, Selasa (14/12), yakni Bregada Rekso Winongo menggantikan Bregada Wirososro dan Bregada Suryatmaja menggantikan Bregada Saeko Kapti.

Menurut Singgih peran dari bregada selain sebagai ikon budaya dan agen promosi wisata, juga menjadi agen penegakan protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19.

"Kalau ada yang tak pakai masker dan kerumunan ditegur. Bregada ditempatkan di lima titik, yakni depan Hotel Gran Inna Malioboro, bekas gedung Hotel Mutiara 2, sekitar Pasar Beringharjo dan Titik Nol Kilometer," jelas Singgih.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, keberadaan bregada tidak bisa lepas dari kebiasaaan masyarakat. Oleh karena itu hampir semua kelurahan/kelurahan punya bregada. Bahkan, jumlah bregada di DIY saat ini lebih dari 500 bregada. "Inilah yang kenjadi daya dorong wisata di Jogja. Dengan adanya bregada rakyat, wisatawan lebih tertarik datang," jelas Aji.

Untuk itu Aji berharap ke depan, para bregada rakyat ini harus dibekali informasi tentang DIY. Sehingga mereka bisa memberikan pengetahuan kepada wisatwan.

"Bregada ini bisa menjelaskan seperti guide menjelaskan mengenai DIY. Sedangkan pergantian tugas bregada dilakukan dengan waktu tertentu akan jadi semakin menarik," kata Aji. (*)