Advertisement
Ratusan Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan Terjadi di Jogja
Ilustrasi. - Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Jogja masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga November 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) mencatat ratusan laporan dengan dominasi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kepala DP3AP2KB Kota Jogja, Retnaningtyas, menyebutkan total korban kekerasan terhadap anak dan perempuan mencapai 114 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95 korban merupakan perempuan, sementara sisanya laki-laki.
Advertisement
Lebih dari separuh kasus kekerasan yang terjadi merupakan KDRT, dengan bentuk kekerasan meliputi kekerasan fisik maupun verbal di lingkungan rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan bahwa ranah domestik masih menjadi lokasi paling rawan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam penanganannya, DP3AP2KB mengedepankan pendekatan mediasi dan pendampingan psikososial. Laporan awal umumnya masuk melalui Sistem Informasi Gerak Anti Kekerasan (Sigrak), kemudian ditindaklanjuti melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) atau Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Jogja.
BACA JUGA
“Kalau sudah sampai UPT, penanganannya lebih intensif. Ada juga yang berlanjut ke ranah hukum, tetapi jumlahnya tidak banyak,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).
Apabila kasus dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut, pendampingan dilakukan secara intensif hingga ke ranah hukum, meskipun jumlah kasus yang berlanjut ke proses hukum masih relatif terbatas.
Selain penanganan, DP3AP2KB Kota Jogja juga terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan melalui edukasi di tingkat keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Pencegahan dini dinilai penting untuk memutus mata rantai kekerasan, khususnya di lingkup rumah tangga.
Retnaningtyas menekankan peran orang tua sangat krusial dalam menciptakan lingkungan rumah yang aman dan bebas kekerasan. Meski jumlah kasus pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, KDRT masih menjadi persoalan utama yang memerlukan perhatian berkelanjutan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlahnya turun meskipun tidak signifikan. KDRT masih menjadi persoalan utama,” katanya.
DP3AP2KB Kota Jogja berharap peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan peran keluarga dapat menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Januari, Februari, Mei, Juni dan Desember Puncak Banjir Jakarta
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- BPBD Peringatkan Modus APAR Catut Damkarmat Bantul
- Jogja Percepat Vaksinasi PMK dan Batasi Masuknya Ternak Luar Daerah
- Pemuda Gunungkidul Tutup Usia di Malaysia, Berangkat Cari Pekerjaan
- Kecelakaan Beruntun Dini Hari di Simpang Monjali, Rugi Rp37 Juta
- Asap TPA Piyungan Dikeluhkan, DLH Bantul Hentikan Pembakaran Malam
Advertisement
Advertisement



