Komisi B DPRD Kota Jogja Minta Target Pendapatan 2027 Realistis
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA— Kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kota Jogja masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga November 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) mencatat ratusan laporan dengan dominasi kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Kepala DP3AP2KB Kota Jogja, Retnaningtyas, menyebutkan total korban kekerasan terhadap anak dan perempuan mencapai 114 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95 korban merupakan perempuan, sementara sisanya laki-laki.
Lebih dari separuh kasus kekerasan yang terjadi merupakan KDRT, dengan bentuk kekerasan meliputi kekerasan fisik maupun verbal di lingkungan rumah tangga. Kondisi ini menunjukkan bahwa ranah domestik masih menjadi lokasi paling rawan terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dalam penanganannya, DP3AP2KB mengedepankan pendekatan mediasi dan pendampingan psikososial. Laporan awal umumnya masuk melalui Sistem Informasi Gerak Anti Kekerasan (Sigrak), kemudian ditindaklanjuti melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) atau Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kota Jogja.
“Kalau sudah sampai UPT, penanganannya lebih intensif. Ada juga yang berlanjut ke ranah hukum, tetapi jumlahnya tidak banyak,” ujarnya, Minggu (21/12/2025).
Apabila kasus dinilai membutuhkan penanganan lebih lanjut, pendampingan dilakukan secara intensif hingga ke ranah hukum, meskipun jumlah kasus yang berlanjut ke proses hukum masih relatif terbatas.
Selain penanganan, DP3AP2KB Kota Jogja juga terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan melalui edukasi di tingkat keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Pencegahan dini dinilai penting untuk memutus mata rantai kekerasan, khususnya di lingkup rumah tangga.
Retnaningtyas menekankan peran orang tua sangat krusial dalam menciptakan lingkungan rumah yang aman dan bebas kekerasan. Meski jumlah kasus pada 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, KDRT masih menjadi persoalan utama yang memerlukan perhatian berkelanjutan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlahnya turun meskipun tidak signifikan. KDRT masih menjadi persoalan utama,” katanya.
DP3AP2KB Kota Jogja berharap peningkatan kesadaran masyarakat dan penguatan peran keluarga dapat menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, sehingga tercipta lingkungan yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi seluruh warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komisi B DPRD Kota Jogja Soroti Penurunan Pendapatan Taman Budaya, Target 2027 Diminta Realistis
Korban tewas gempa magnitudo 7,4 di Kolombia bertambah menjadi 265 orang. Sebanyak 3.494 warga terluka dan 496 lainnya masih dinyatakan hilang.
EcoTank Epson tembus penjualan 100 juta unit secara global. Indonesia menjadi negara pertama yang memperkenalkan teknologi printer tangki tinta Epson.
Google resmi meluncurkan Pixel 11 Series yang terdiri dari Pixel 11, Pixel 11 Pro, Pixel 11 Pro XL, dan Pixel 11 Pro Fold. Dibekali Tensor G6, Gemini AI terbaru
ASUS ExpertBook P5 G2, Laptop Kerja Terbaik Berbasis Intel Core Ultra Series 3Performa, efisiensi dan keamanan kelas bisnis dalam laptop berdesain ringkas
MK cabut larangan penggunaan lambang Garuda Pancasila di luar ketentuan UU. Masyarakat kini bebas memakai Garuda di kaus, topi, hingga atribut lainnya tanpa san