SiBakul Dorong Koperasi dan UMKM Bangkit dan Naik Kelas

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam acara Semarak Sibakul-Puncak Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah di Hotel Grand Inna Malioboro, Kamis (16/12). - Harian Jogja
17 Desember 2021 04:27 WIB Media Digital Jogja Share :

JOGJA - Program Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha (SiBakul) dari  Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY diharapkan semakin berkembang dan memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dan koperasi di Bumi Mataram.

Hal ini diungkapkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam acara Semarak Sibakul-Puncak Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah di Hotel Grand Inna Malioboro, Kamis (16/12).

"Saya mengapresiasi sejumlah langkah yang dilakukan dalam program Sibakul, yakni sebagai sebuah ikhtiar untuk mendorong Koperasi dan UMKM agar terus bangkit dan naik kelas. Saya percaya sistem Sibakul akan terus dibenahi sehingga menjadi dinamisator bagi pasar yang harus memiliki keberpihakan bagi mereka yang lemah dan rentan," kata Sultan.

Oleh karena itu, Sultan memberikan lima pesan agar Program Sibakul tetap menjadi wadah bagi pelaku UKM maupun UMKM di DIY. Pertama, Dinkop UKM DIY harus mengonsolidasikan terus skema kolaboratif usaha dalam perspektif pentahelix maupun kemitraan antara usaha mikro kecil dengan usaha menengah besar. "Langkah ini bisa dijalankan melalui pengembangan kapasitas usaha, kualitas produk, kapasitas kelembagaan dan perluasan kemitraan usaha," ujar Sultan.

Kedua, meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha. Adapun upaya yang bisa dilakukan berupa penyediaan insentif fiskal, skema pembiayaan yang terjangkau, serta pendampingan akses pembiayaan. 

"Salah satu insentif yang harus terus direkonstruksi secara berkelanjutan adalah pemberian bantuan bebas ongkos kirim dan pengembangan pasar komunitas," kata Sultan.

Ketiga, Sultan meminta peningkatan kapasitas, jangkauan dan inovasi koperasi dalam desain revitalisasi perkoperasian. Upaya ini bisa diteguhkan dengan skema peningkatan kapasitas manajerial koperasi, pendampingan kelompok untuk pembentukan koperasi, pengembangan jangkauan usaha koperasi, dan pengembangan inovasi koperasi.

Keempat, peningkatan  peluang usaha dengan pelatihan kewirausahaan, inkubasi usaha, penguatan kapasitas layanan usaha, pengembangan sentra UMKM, dan digitalisasi UMKM serta pengembangan desapreneur

Khusus untuk pengembangan desa preneur pada kawasan miskin, kata Sultan, harus terus dielaborasi dan dikolaborasikan secara teknis, kreatif, komunikatif, serta kolaboratif. "Termasuk integrasinya melalui skema desa mandiri budaya yang terus berkembang dan mampu memandirikan desa melalui konteks sistem jejaring rantai pasok yang saling membutuhkan," kata Sultan.

Kelima, Sultan menilai perlu peningkatan nilai tambah usaha sosial.  Sebab, penguatan nilai tambah akan merangsang pelaku usaha untuk terus kreatif dengan langkah-langkah  pendampingan akses permodalan dan pengembangan impact investment. "Serta fasilitasi akses pengadaan barang dan jasa pemerintah," ucap Sultan.

Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga mengakui jika pandemi Covid-19 mengakibatkan distrupsi ekonomi sosial serta sistem kesehatan menjadi berantakan. Oleh karena itu, perlu upaya restart supaya tatap beradaptasi di tengah pandemi Covid-19. "Wabah ini harus diselesaikan bersama, hal ini dilakukan untuk membangun kekuatan kolektif," katanya.

Kepala Dinkop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi berharap melalui acara ini pelaku UMKM dan UKM maupun anggota koperasi tetap bertahan meski kini masih dalam kondisi pandemi. Selain itu, inovasi harus dilakukan para pelaku UMKM, UKM dan koperasi."Pemerintah daerah harus punya strategi inovasi. Dan acara puncak ini menjadi bentuk performa kami," katanya.

Siwi menambahkan dirinya sangat bangga karena SiBakul telah mendapatkan predikat Top 45 Inovasi Publik di 2021. Hal itu tidak lepas dari inovasi yang terus dilakukan. Ke depan, Siwi mengaku akan meminta pelaku koperasi untuk bergabung di Program Sibakul. "Koperasi harus melewati proses verifikasi terkait dengan kondisi, baik dari segi likuiditas dan keuangan," ucap Siwi. (ADV)