Kebakaran Gunung Lawu Tinggal Satu Titik, Ahmad Luthfi Perintahkan Penyisiran
Petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam acara Semarak Sibakul-Puncak Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah di Hotel Grand Inna Malioboro, Kamis (16/12)./Harian Jogja
JOGJA - Program Sistem Informasi Pembinaan Koperasi dan Pelaku Usaha (SiBakul) dari Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) DIY diharapkan semakin berkembang dan memberikan kemudahan bagi pelaku UMKM dan koperasi di Bumi Mataram.
Hal ini diungkapkan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dalam acara Semarak Sibakul-Puncak Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah di Hotel Grand Inna Malioboro, Kamis (16/12).
"Saya mengapresiasi sejumlah langkah yang dilakukan dalam program Sibakul, yakni sebagai sebuah ikhtiar untuk mendorong Koperasi dan UMKM agar terus bangkit dan naik kelas. Saya percaya sistem Sibakul akan terus dibenahi sehingga menjadi dinamisator bagi pasar yang harus memiliki keberpihakan bagi mereka yang lemah dan rentan," kata Sultan.
Oleh karena itu, Sultan memberikan lima pesan agar Program Sibakul tetap menjadi wadah bagi pelaku UKM maupun UMKM di DIY. Pertama, Dinkop UKM DIY harus mengonsolidasikan terus skema kolaboratif usaha dalam perspektif pentahelix maupun kemitraan antara usaha mikro kecil dengan usaha menengah besar. "Langkah ini bisa dijalankan melalui pengembangan kapasitas usaha, kualitas produk, kapasitas kelembagaan dan perluasan kemitraan usaha," ujar Sultan.
Kedua, meningkatkan kapasitas usaha dan akses pembiayaan bagi wirausaha. Adapun upaya yang bisa dilakukan berupa penyediaan insentif fiskal, skema pembiayaan yang terjangkau, serta pendampingan akses pembiayaan.
"Salah satu insentif yang harus terus direkonstruksi secara berkelanjutan adalah pemberian bantuan bebas ongkos kirim dan pengembangan pasar komunitas," kata Sultan.
Ketiga, Sultan meminta peningkatan kapasitas, jangkauan dan inovasi koperasi dalam desain revitalisasi perkoperasian. Upaya ini bisa diteguhkan dengan skema peningkatan kapasitas manajerial koperasi, pendampingan kelompok untuk pembentukan koperasi, pengembangan jangkauan usaha koperasi, dan pengembangan inovasi koperasi.
Keempat, peningkatan peluang usaha dengan pelatihan kewirausahaan, inkubasi usaha, penguatan kapasitas layanan usaha, pengembangan sentra UMKM, dan digitalisasi UMKM serta pengembangan desapreneur.
Khusus untuk pengembangan desa preneur pada kawasan miskin, kata Sultan, harus terus dielaborasi dan dikolaborasikan secara teknis, kreatif, komunikatif, serta kolaboratif. "Termasuk integrasinya melalui skema desa mandiri budaya yang terus berkembang dan mampu memandirikan desa melalui konteks sistem jejaring rantai pasok yang saling membutuhkan," kata Sultan.
Kelima, Sultan menilai perlu peningkatan nilai tambah usaha sosial. Sebab, penguatan nilai tambah akan merangsang pelaku usaha untuk terus kreatif dengan langkah-langkah pendampingan akses permodalan dan pengembangan impact investment. "Serta fasilitasi akses pengadaan barang dan jasa pemerintah," ucap Sultan.
Dalam kesempatan tersebut, Sultan juga mengakui jika pandemi Covid-19 mengakibatkan distrupsi ekonomi sosial serta sistem kesehatan menjadi berantakan. Oleh karena itu, perlu upaya restart supaya tatap beradaptasi di tengah pandemi Covid-19. "Wabah ini harus diselesaikan bersama, hal ini dilakukan untuk membangun kekuatan kolektif," katanya.
Kepala Dinkop UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi berharap melalui acara ini pelaku UMKM dan UKM maupun anggota koperasi tetap bertahan meski kini masih dalam kondisi pandemi. Selain itu, inovasi harus dilakukan para pelaku UMKM, UKM dan koperasi."Pemerintah daerah harus punya strategi inovasi. Dan acara puncak ini menjadi bentuk performa kami," katanya.
Siwi menambahkan dirinya sangat bangga karena SiBakul telah mendapatkan predikat Top 45 Inovasi Publik di 2021. Hal itu tidak lepas dari inovasi yang terus dilakukan. Ke depan, Siwi mengaku akan meminta pelaku koperasi untuk bergabung di Program Sibakul. "Koperasi harus melewati proses verifikasi terkait dengan kondisi, baik dari segi likuiditas dan keuangan," ucap Siwi. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Petugas dan tim relawan diminta untuk tetap bertahan di pos masing-masing untuk melakukan evaluasi dan penyisiran secara menyeluruh.
Mahasiswa UJB dan UNY mempelajari pengolahan sampah plastik residu menjadi bahan bakar cair dan briket di Bank Sampah Berlian 08, Tompeyan, Jogja.
Cek daftar harga BBM 28 Oktober 2026 di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP-AKR. Pertamax Green 95 Rp19.150 per liter, ini harga lengkapnya.
Kemendag mendorong UMKM menjadi eksportir melalui perjanjian dagang, platform digital, dan dukungan logistik untuk memperluas pasar global.
Cek jadwal Samsat Sleman lengkap, mulai Samsat Induk, drive thru, Samsat Keliling, MPP hingga layanan sore dan malam beserta syaratnya.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian Rabu, 28 Oktober 2026, bervariasi. Simak daftar harga jual dan buyback setiap ukuran.