Astra Dirikan 7 Posko Bantuan di Wilayah Terdampak Gempa NTT
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.
Dosen Prodi Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPNV Yogyakarta, Mohammad Nurcholis, saat menyampaikan orasi ilmiah dalam pengukuhan guru besar di auditorium UPNV Yogyakarta, Jumat (17/12/2021)./Harian Jogja
SLEMAN—Pengembangan riset dalam bidang mineral sangat pesat dan telah menghasilkan penemuan ribuan jenis mineral baik alami maupun artifisial. Guna mendukung pengembangan ini, difraksi sinar X bisa digunakan dalam memahami sifat mineralogi tanah dan batuan.
Hal ini disampaikan Mohammad Nurcholis dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Sumbangan Difraksi Sinar X dalam Memahami Sifat Mineralogi Tanah dan Batuan pada Pengukuhan Guru Besar Dosen Program Studi (Prodi) Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UPN Veteran Yogyakarta (UPNVY), di auditorium UPNV Yogyakarta, Jumat (17/12/2021).
Mohammad Nurcholis dikukuhkan sebagai guru besar melalui keputusan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi No. 57217/MPKA/KP0501/2021 tentang Kenaikan Jabatan Akademik Fungsional Dosen.
Ia menjelaskan tanah menempati hampir semua permukaan darat dari Bumi. Sebesar 98% dari distribusi tanah di dunia berkembang dari bahan mineral. Bahkan tanah tropika dengan laju perombakan tanah organik yang tinggi menyebabkan kadar bahan organik dalam tanah relatif sangat rendah.
“Penerapan XRD [difraksi sinar X] dalam analisis mineralogi dalam tanah sudah saya mulai pelajari pada 1994 saat belajar semester ketiga program master degree di University of Ryukyus Japan dan kemudian sampai selesai program PhD degree di Kagoshima University,” ujarnya.
Difraksi sinar X atau X-ray Diffraction (XRD) ditemukan pada 1912 oleh Max Von Laue dan koleganya. Penggunaan XRD untuk mengidentifikasi mineral dalam tanah dan batuan relatif mudah dan hanya memerlukan waktu yang singkat.
“Aplikasi XRD pada prinsipnya adalah mengukur d-spacing dari suatu mineral. Mineral dapat didefinisikan sebagai padatan yang homogen terbentuk di alam dengan komposisi kimia tertentu. Dengan keteraturan bentuk dan ukuran dari mineral, dapat diidentifikasi dengan XRD berdasarkan ukuran d-spacing,” katanya.
XRD menurutnya bukan merupakan alat pamungkas melainkan baru sebatas pintu masuk untuk kajian mineralogi. Masih diperlukan peralatan lain yang lebih advance. “Diperlukan semangat bagi kaum intelektual muda untuk belajar dan meneliti secara telaten,” ujarnya.
Kemanfaatan yang diperoleh dari kajian mineral sangat banyak dalam berbagai aspek. Ia berharap apa yang disampaikan menjadi pintu masuk di dalam arena kajian mineral yang lebih luas dan mendalam. Ke depan, diharapkan semakin banyak pengembangan kajian ini. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 29 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Timnas basket Indonesia mengalahkan Singapura 80-54 di Pra-Kualifikasi FIBA Asia Cup 2029. Indonesia langsung memimpin Grup C.
BPN DIY memantau kasus dugaan mafia tanah yang menimpa keluarga almarhum Komaridin di Sleman dan telah menyerahkan warkah tanah kepada Polda DIY.
The Jakmania memboikot laga Persija vs Brisbane Roar karena kenaikan harga tiket. Persija mengalihkan tiket jatah suporter ke penjualan umum.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...