Judi di Sleman Merebak, Lokasinya Bisa Dilihat dari Selokan Mataram

Polisi menunjukkan enam pelaku perjudian dan barang bukti yang diamankan, di Polsek Mlati, Senin (20/12/2021) - Harian Jogja/Lugas Subarkah
20 Desember 2021 16:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Praktik perjudian di Sleman dikabarkan merebak. Bahkan bisa dilihat dengan mudah dari Selokan Mataram.

Sebanyak enam pria diamankan Polsek Mlati lantaran kedapatan berjudi. Penangkapan bermula dari laporan warga yang resah akan aktivitas perjudian tersebut. akibat perbuatannya, keenam pelaku terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Kapolsek Mlati, Kompol Tony Priyanto, menjelaskan keenam pelaku meliputi SWT, 62, warga kapanewon Seyegan; PND, 65, warga Kapanewon Mlati; SGT, 50, warga Wirobrajan, Kota Jogja; SRP, 47, warga Semanu, Gunungkidul; MRJ, 43, warga Kapanewon Godean; ISW, 37, warga Mlati.

“Didasari laporan masyarakat kepada polisi, kami sudah melaksanakan penyelidikan bahwa kegiatan judi ini sudah berlangsung beberapa minggu, sudah terpantau. Kegiatan berpindah-pindah, di Mlati maupun kecamatan tetangga,” ujarnya, Senin (20/12/2021).

BACA JUGA: Mahfud MD Minta Komunitas Tionghoa Jadi Garda Depan Meningkatkan Kerukunan

Polisi berhasil menangkap keenam pelaku saat sedang bermain judi di wilayah Kapanewon Mlati, tepatnya di Dusun Jembengan, Kalurahan Tirtoadi, pada Senin (6/12/2021) sekira pukul 16.00 WIB. Sejumlah barang bukti diamankan berupa satu set alat judi jenis dadu cliwik dan uang Rp5,4 juta.

Kanit Reskrim Polsek Mlati, Iptu Noor Dwi, mengungkapkan aktivitas perjudian ini sudah dipantau polisi setidaknya dalam dua bulan belakangan. “Penyelenggara dan pelaku yang diamankan bandarnya, sudah kami pantau sudah lebih-kurang dua bulan. Pindah-pindah tempat. Dan kebetulan saat diamanakan masuk wilayah Mlati di perbatasan,” katanya.

Beberapa lokasi yang kerap dijadikan arena judi diantaranya seperti warung makan, tempat parkir, bahkan kandang terbuka di samping rumah. “Setiap masyarakat yang melintas di Selokan Mataram jika melihat ke utara pasti melihat karena terbuka,” ungkapnya.

Dalam kasus ini, pelaku yang menjadi bandar judi adalah SWT, sementara pelaku lainnya adalah pemasang. Setiap kali permainan, uang yang dipasang minimal Rp5.000. Para pelaku diketahui membuat janji terlebih dulu sebelum berjudi, karena alamat dan pekerjaan masing-masing yang tidak sama.

Atas perbuatannya, para pelaku disangkakan pasal 303 KUH Pidana dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara atau denda paling banyak Rp25 juta. Penangkapan ini menjadi wujud komitmen Polsek Mlati dalam antisipasi kejahatan jalanan, premanisme dan penyakit masyarakat khususnya menjelang natal dan tahun baru.