Advertisement
Paguyuban Lurah Seluruh DIY Gelar Pertemuan, Bahas Apa?
Salah satu agenda kegiatan pertemuan paguyuban Lurah DIY, Ismaya beberapa waktu lalu. - Ist.
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Paguyuban Lurah dan Pamong se-DIY yang tergabung dalam Ismaya menjadwalkan pertemuan di Balai Kalurahan, Banguntapan, Bantul, Rabu (22/12/2021). Pertemuan itu untuk menguatkan kembali posisi organisasi dalam mengawal keistimewaan DIY.
Ketua Paguyuban Ismaya Bibit Rustamta menjelaskan pertemuan itu akan diikuti oleh anggota organisasi baik yang masih aktif atau sudah tidak aktif sebagai lurah dan pamong. Mengangkat tema Temu Kangen Pejuang Keistimewaan, ia ingin menguatkan kembali Ismaya sebagai salah satu elemen penting dalam rangka mengawal dan mempertahankan keistimewaan DIY.
Advertisement
“Beberapa lurah yang dulu ikut memperjuangkan keistimewaan DIY saat ini sudah purna tugas, tetapi mungkin mereka masih memiliki semangat untuk berkarya dan berperan aktif di tengah masyarakat melalui organisasi ini. Oleh karena itu kami akan kuatkan Ismaya,” katanya, Selasa (21/12/2021).
Ia mengatakan, melalui organisasi tersebut harapannya bisa menjadi jembatan komunikasi dan penyampau aspirasi warga DIY. Karena memiliki jejaring ke berbagai kalurahan di DIY yang jumlahnya sekitar 382 titik. Selama ini Ismaya tetap menjalin komunikasi dan sinergi dengan Pengurus Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa di Bantul (Tunggul Jati), Kulonprogo (Bodronoyo), Sleman (Suryo Ndadari), dan Gunungkidul (Semar).
“Kami, Ismaya berkomitmen ingin tetap berkiprah dan memberikan kontribusi sekaligus menjadi penyeimbang dalam kehidupan bermasyarakat di DIY. Ismaya merupakan salah satu di antara pejuang Keistimewaan DIY, sehingga keberadaannya harus tetap dipertahankan untuk tetap memerankan salah satunya sebagai pengawal keistimewaan,” katanya.
Bibit menilai dalam mengawal keistimewaan, salah satunya mendukung berbagai upaya pemerntah maupun aparat dalam menciptakan suasana kamtibmas yang kondusif. Serta mengawal proses pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. “Tentu harapan kami adalah masyarakat yang damai, saling berdampingan dengan beragam latar belakang sosial kemasyarakatan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Perpres Ojol Masih Digodok, Cari Titik Adil PengemudiAplikator
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Dispar Kulonprogo Andalkan Digitalisasi Retribusi Kejar Target PAD
- Halaman SDN Kokap Longsor Dini Hari, Bangunan di Bawahnya Rusak Parah
- Ganti Rugi Tol Jogja-Kulonprogo Cair Rp12,56 Miliar di Argosari
- Libur Isra Miraj Dongkrak Wisata Gunungkidul, PAD Tembus Rp1,2 Miliar
- Kasus PMK Ditemukan di Bantul, 14 Sapi Dilaporkan Terinfeksi
Advertisement
Advertisement



