Visiting Jogja Menyajikan Beragam Kebutuhan

Peluncuran aplikasi Visiting Jogja di Gedong Pracimasono, kompleks Kepatihan, Kamis (30/12/2021) - Harian Jogja/Sunartono
31 Desember 2021 05:47 WIB Media Digital Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan HB X meluncurkan aplikasi Visiting Jogja di Gedong Pracimasono, kompleks Kepatihan, Kamis (30/12/2021). Aplikasi ini menyajikan berbagai kebutuhan pariwisata di Jogja mulai dari mengakses secara online reservasi hotel, pembelian tiket wisata hingga kuliner. 

Peluncuran itu dihadiri oleh Wakil Bupati/Wali Kota seluruh DIY serta asosiasi sektor pariwisata di wilayah DIY. Peluncuran itu menandai dimulainya akses aplikasi untuk masyarakat. Aplikasi bisa diunduh melalui ponsel.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X menjelaskan aplikasi Visiting Jogja merupakan inisiatif dari Dinas Pariwisata, Bank Indonesia dan Bank BPD DIY. Aplikasi ini untuk memberikan akses kemudahan bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Jogja.

“Aplikasi ini tidak hanya menyediakan objek wisata, tetapi juga petunjuk mau makan di mana, mau tidur di hotel mana, semua ada di aplikasi ini,” ungkap Sultan di sela-sela peluncuran aplikasi Visiting Jogja, Kamis (30/12/2021).

Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Miyono menambahkan aplikasi ini didesain untuk mempercepat akselerasi sektor pariwisata supaya cepat pulih dari pandemi Covid-19. Di aplikasi tersebut sangat lengkap, salah satu keunggulan dibandingkan aplikasi di daerah lain adalah Visiting Jogja sudah terkoneksi dengan QRIS. Sehingga memudahkan untuk melakukan pembayaran digital.

“Tidak hanya untuk memesan hotel travel, tetap pembayarannya juga bisa, tidak bawa uang bisa, asal di ponsel ada saldonya. Melalui ini harapannya mempermudah orang yang akan berkunjung ke Jogja,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyatakan munculnya Visiting Jogja sebagai respons atas pandemi yang mengharuskan wisatawan masuk ke Jogja terpantau datanya. Sehingga memudahkan untuk keperluan tracing deteksi dini Covid-19. Akan tetapi aplikasi itu kemudian dikembangkan lebih luas menjadi big data pariwisata yang digunakan secara bersama.  

“Ini semangat satu data pariwisata untuk bersama, ini dilakukan baik di level asosiasi, level kabupaten kota dan provinsi sehingga data pariwisata nanti akan sama. Tentu dengan data ini dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan sehingga berbagai keputusan berdasarkan data, salah satu berasal dari aplikasi Visiting Jogja,” jelas Singgih.

Singgih mengatakan dalam aplikasi tersebut tersedia 255 menu destinasi wisata, sembilan paket wisata, kemudian bisa digunakan untuk reservasi dan pembelian tiket 19 event pariwisata. Kemudian ada 110 pilihan hotel dan 65 jenis kuliner. Aplikasi ini akan menjadi bagian ekosistem pariwisata dan dapat memenuhi semua kebutuhan wisatawan.

“Paling baru adalah aplikasi Visiting Jogja sudah terintegrasi dengan sistem PeduliLindungi. Sehingga cukup satu aplikasi maka wisatawan datang ke Jogja bisa digunakan reservasi sekaligus scan QR Code PeduliLindungi lewat aplikasi Visiting Jogja,” ucapnya. (*)