BEDAH BUKU: Pentingnya Ketahanan dan Komunikasi Keluarga
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Peluncuran aplikasi Visiting Jogja di Gedong Pracimasono, kompleks Kepatihan, Kamis (30/12/2021)/Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA-Gubernur DIY Sri Sultan HB X meluncurkan aplikasi Visiting Jogja di Gedong Pracimasono, kompleks Kepatihan, Kamis (30/12/2021). Aplikasi ini menyajikan berbagai kebutuhan pariwisata di Jogja mulai dari mengakses secara online reservasi hotel, pembelian tiket wisata hingga kuliner.
Peluncuran itu dihadiri oleh Wakil Bupati/Wali Kota seluruh DIY serta asosiasi sektor pariwisata di wilayah DIY. Peluncuran itu menandai dimulainya akses aplikasi untuk masyarakat. Aplikasi bisa diunduh melalui ponsel.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menjelaskan aplikasi Visiting Jogja merupakan inisiatif dari Dinas Pariwisata, Bank Indonesia dan Bank BPD DIY. Aplikasi ini untuk memberikan akses kemudahan bagi masyarakat yang ingin berkunjung ke Jogja.
“Aplikasi ini tidak hanya menyediakan objek wisata, tetapi juga petunjuk mau makan di mana, mau tidur di hotel mana, semua ada di aplikasi ini,” ungkap Sultan di sela-sela peluncuran aplikasi Visiting Jogja, Kamis (30/12/2021).
Plt Kepala Perwakilan Bank Indonesia Miyono menambahkan aplikasi ini didesain untuk mempercepat akselerasi sektor pariwisata supaya cepat pulih dari pandemi Covid-19. Di aplikasi tersebut sangat lengkap, salah satu keunggulan dibandingkan aplikasi di daerah lain adalah Visiting Jogja sudah terkoneksi dengan QRIS. Sehingga memudahkan untuk melakukan pembayaran digital.
“Tidak hanya untuk memesan hotel travel, tetap pembayarannya juga bisa, tidak bawa uang bisa, asal di ponsel ada saldonya. Melalui ini harapannya mempermudah orang yang akan berkunjung ke Jogja,” katanya.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyatakan munculnya Visiting Jogja sebagai respons atas pandemi yang mengharuskan wisatawan masuk ke Jogja terpantau datanya. Sehingga memudahkan untuk keperluan tracing deteksi dini Covid-19. Akan tetapi aplikasi itu kemudian dikembangkan lebih luas menjadi big data pariwisata yang digunakan secara bersama.
“Ini semangat satu data pariwisata untuk bersama, ini dilakukan baik di level asosiasi, level kabupaten kota dan provinsi sehingga data pariwisata nanti akan sama. Tentu dengan data ini dapat dijadikan sebagai bahan pengambilan kebijakan sehingga berbagai keputusan berdasarkan data, salah satu berasal dari aplikasi Visiting Jogja,” jelas Singgih.
Singgih mengatakan dalam aplikasi tersebut tersedia 255 menu destinasi wisata, sembilan paket wisata, kemudian bisa digunakan untuk reservasi dan pembelian tiket 19 event pariwisata. Kemudian ada 110 pilihan hotel dan 65 jenis kuliner. Aplikasi ini akan menjadi bagian ekosistem pariwisata dan dapat memenuhi semua kebutuhan wisatawan.
“Paling baru adalah aplikasi Visiting Jogja sudah terintegrasi dengan sistem PeduliLindungi. Sehingga cukup satu aplikasi maka wisatawan datang ke Jogja bisa digunakan reservasi sekaligus scan QR Code PeduliLindungi lewat aplikasi Visiting Jogja,” ucapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunikasi dan ketahanan keluarga menjadi bagian penting dalam membangun rumah sebagai ruang yang aman bagi setiap anggota keluarga.
Jadwal KA Bandara YIA Sabtu 26 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA serta waktu tempuhnya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 26 September 2026 dari Palur menuju Jogja/Tugu tersedia mulai pukul 05.00 WIB. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 26 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Subsidi BBM dan LPG 3 kg 2027 turun Rp11,4 triliun. DPR menyoroti data penerima subsidi dan tingginya exclusion error pemerintah.
Wapres Gibran meminta pendataan warga terdampak banjir bandang Solok dipercepat untuk penanganan dan penataan permukiman.