ARAH PEMBANGUNAN SLEMAN 2022: Pemulihan Ekonomi Menjadi Prioritas

Objek wisata Tebing Breksi saat libur Imlek pada Minggu (14/2/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
31 Desember 2021 08:07 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Pemulihan ekonomi dan ketahanan sosial masyarakat masih menjadi fokus pekerjaan Pemkab Sleman pada 2022 mendatang. Hal ini tak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang mengakibatkan meningkatnya kemiskinan di Sleman.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Dwi Ananta Sudibyo menjelaskan untuk prioritas perencanaan pada 2022 masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni pemulihan ekonomi dan ketahanan sosial masyarakat pascapandemi.

“Lebih ke dua itu [pemulihan ekonomi dan ketahanan sosial] karena ekonomi yang terdampak pandemi belum pulih. Pada 2021 kuncinya juga di ekonomi dan sosial. Bahkan, kemungkinan sampai lima tahun ke depan masih ke arah ekonomi,” katanya saat ditemui, Rabu (29/12/2021).

Menurutnya, ekonomi menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Pemkab Sleman karena di 2021 ini pertumbuhan ekonomi lebih rendah dibanding 2016. “Perekonomian di Sleman turun bahkan hampir jatuh. Bahkan dalam penanganan kemiskinan seolah kembali ke lima tahun lalu,” katanya.

Sebagai upaya pemulihan ekonomi dan ketahanan sosial masyarakat, Pemkab Sleman melakukan sejumlah program. Dari sisi ketenagakerjaan, pengurangan angka pengangguran dilakukan dengan beberapa kegiatan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman.

Kepala Disnaker Sleman, Sutiasih menuturkan untuk menangatasi masalah pengangguran, beberapa langkah yang diambil di antaranya peningkatan kesempatan kerja dengan program padat karya dan tenaga kerja mandiri; pelayanan informal pasar kerja di Disnaker Sleman secara online, keliling dan job fair; serta pelayanan penempatan tenaga kerja.

“Peningkatan kerja sama dengan lembaga pelatihan kerja [LPK] swasta, bursa kerja khusus [BKK] di SMK dan LPK, kerja sama pemagangan dengan perusahaan atau dunia industri, unit layanan disabilitas [ULD] bidang ketenagakerjaan, peningkatan kualitas pra dan pasca pekerja migran Indonesia [PMI],” katanya.

Ada juga fasilitas pinjaman modal lunak bagi pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK), pascapelatihan dan calon PMI, program hubungan industrial dan kesejahteraan pekerja dan program transmigrasi. “Pengangguran merupakan masalah bersama dan kompleks, sehingga perlu kerja sama dari setiap stakeholder dalam mengatasinya,” kata Sutiasih.

Dengan semakin terkendalinya pandemi Covid-19 pada 2022 mendatang, diharapkan masalah pengangguran bisa semakin dikurangi. “Harapannya pengangguran menurun, perluasan kesempatan kerja meningkat, kualitas dan produktivitas tenaga kerja meningkat,” katanya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan sektor ekonomi akan diperhatikan secara serius, sehingga akan berimbas pada pemberdayaan masuarakat. Menurutnya, sektor ekonomi terbesar dan paling terdampak pandemi di Sleman adalah pariwisata. Maka, kebangkitan sektor ini yang perlu didorong.

“Program pertumbuhan ekonomi pada 2022 masih meneruskan program di 2021. Sektor yang disasar terutama di bidang pariwisata. Dengan pelonggaran aturan, destinasi wisata tidak hanya menikmati alam, tetapi ada event untuk menarik wisatawan mengunjungi destinasi. Saat ini destinasi wisata yang disukai adalah berbasis outdoor atau keindahan alam,” ujarnya.

Pemkab Sleman juga melakukan pendampingan pada usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya membantu dari sisi marketing yang saat ini masih menjadi kendala. “Secara produk, branding, dan packaging [pengemasan] tidak kalah. Tetapi pemasaran ini yang menjadi kendala,” katanya.