Diklakson Berkali-kali Tapi Tak Merespons, Mahasiswa Jogja Tewas Dilindas Kereta Api

Ilustrasi. - Freepik
04 Januari 2022 17:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Seorang mahasiswa tewas tertabrak kereta api di rel kereta Janti, Kalurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Selasa (4/1/2021). Akibat kejadian ini korban meninggal di tempat dengan kondisi tubuh hancur.

Kapolsek Depok Barat, Kompol Amin Ruwinto, menjelaskan tabrakan terjadi sekira pukul 11.00 WIB, dengan korban berinisial WEP, 16, mahasiswa asal Bekasi, Jawa Barat yang tinggal di Wirobrajan, Kota Jogja. “Kondisi kepala terputus di lintasan rel kereta api sisi utara,” ujarnya.

Ia menceritakan berdasarkan keterangan saksi, sekira pukul 11.00 WIB warga di sekitar lokasi melihat kecelakaan di lintasan rel kereta api nomor jalan I 162, kereta api menabrak pejalan kaki dari arah timur ke barat di sisi rel sebelah utara.

Mendapati hal itu, saksi kemudian melaporkan kecelakaan pada Polsek Depok Barat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan gabungan piket fungsi Polsek Depok Barat mendatangi lokasi kejadian. “Kereta api yang menabrak merupakan jenis KRL nomor lambung 7103 dari arah timur jurusan Solo-Jogja,” ungkapnya.

BACA JUGA: Viral Aktivis Mahasiswa UMY Diduga Predator Seksual, Akun Instagram Ini Diserbu Netizen

Setelah dilakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara menggunakan ambulans PMI Jogja serta menghubungi keluarga korban. Berdasarkan pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda bunuh diri.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Jogja, Supriyanto, mengatakan menurut keterangan masinis KRL 7103, korban berjalan di atas lintasan rel dari arah timur ke barat. Melihat hal itu, masinis membunyikan semboyan 35 atau klakson kereta berulang-ulang.

Namun sayang karena korban tidak menepi sementara jarak kereta api sudah semakin dekat, tabrakan pun tak terhindarkan. “Kami pun menindaklanjuti dengan mendatangi TKP untuk mengamankan area dan memastikan keadaan korban,” katanya.

Atas kejadian ini, ia mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat berada di dekat maupun melintas di jalur kereta api. Kecepatan dan frekuensi perjalanan kereta api cukup tinggi dan tidak bisa berhenti mendadak. “Utamakan keselamatan diri saat melintas, pastikan tidak ada kereta api yang lewat,” ungkapnya.