Bukannya Memperkuat, Sejumlah Kebijakan Pemerintah Pusat Justru Dinilai Melemahkan Desa
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, SLEMAN--Baliho berukuran jumbo di perempatan Ring Road Condongcatur, Sleman, Rabu (12/1/2022) siang roboh. Baliho roboh setelah hujan deras dan angin kencang melanda wilayah ini.
Kejadian baliho roboh itu diinformasikan melalui Twitter oleh akun resmi Polda DIY @PoldaJogja
"Sementara mohon untuk menghindari simpang empat Congdongcatur" demikian dati Polda DIY.
Sementara mohon untuk menghindari simpang empat condong catur.
— Polda D.I. Yogyakarta (@PoldaJogja) January 12, 2022
Sedang dalam penanganan pic.twitter.com/u4pkD2PmCN
Dari video yang beredar, terlihat baliho "raksasa" berukuran jumbo roboh tepat di perempatan Ring Road Condongcatur.
BACA JUGA: Zaskia Mecca Takjub Lihat Pameran di Museum Sonobudoyo, Bikin Iri Aja!
Baliho itu roboh di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sleman. Petugas di lapangan tampak berupaya mengevakuasi baliho roboh tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Undang-Undang (UU) Desa dinilai belum mampu menghantarkan masyarakat desa menjadi sejahtera dan bermartabat.
BMKG memprakirakan cuaca DIY pada 5 Juni 2026 didominasi udara kabur dan berawan. Simak prakiraan lengkap untuk Jogja, Sleman, Bantul, Kulonprogo, dan Gunungkid
Budi daya ternak ayam kampung super atau jowo super (joper) diyakini bisa menjadi peluang usaha baru bagi masyarakat untuk peningkatan kesejahteraan.
DPRD DIY menyoroti kekurangan Guru Pendamping Khusus yang dinilai menghambat pemerataan pendidikan inklusif bagi siswa disabilitas di DIY.
Anggota DPRD DIY, Purwanto, mengajak masyarakat berperan aktif dalam upaya penanggulangan stunting.
KPK mengungkap dugaan pemerasan Imigrasi berlangsung sistemis dari daerah hingga pusat dengan nilai dugaan hasil kejahatan mencapai Rp145,5 miliar.