Advertisement

1.800 Liter Minyak Goreng Murah Didistribusikan di Bantul

Catur Dwi Janati
Senin, 24 Januari 2022 - 07:07 WIB
Budi Cahyana
1.800 Liter Minyak Goreng Murah Didistribusikan di Bantul Tim Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Bantul melakukan pemantauan harga minyak goreng di toko swalayan Bantul pada Rabu (19/1/2022). - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL—Operasi pasar minyak goreng dengan harga murah telah rampung digelar. Warga di belasan lokasi hingga para pengusaha usaha kecil menengah (UKM) disasar dalam operasi pasar ini.

Sekretaris Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Yanatun Yunadiana menyampaikan sebanyak 1.800 liter minyak goreng ludes didistribusikan kepada masyarakat Bantul dalam operasi pasar yang digelar selama beberapa hari terakhir. Tak hanya untuk masyarakat umum, para pelaku UKM pun berkesempatan mendapat minyak goreng murah seharga Rp14.000 per liter. "Penerima [minyak goreng murah] dari kalangan UKM mendapatkan alokasi sekitar 631 liter, dan sisanya untuk masyarakat melalui pemerintah padukuhan," tutur Yanatun saat dikonfirmasi, Minggu (23/1).

Advertisement

Secara teknis, minyak goreng murah dari Diaperindag DIY didrop langsung ke sejumlah lokasi sesuai permohonan. Sebagian kecil diambil ke Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul untuk didistribusikan kepada pelaku UKM. "Sudah terdistribusi semua pada Jumat [21/1]," katanya.

Beberapa wilayah yang menjadi sasaran operasi pasar minyak goreng murah di antaranya Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Bambanglipuro sebanyak 80 liter; Kalurahan Selopamioro, Kapanewon Imogiri sebanyak 150 liter; Dlingo 36 liter; Imogiri 120 liter; Trimulyo, Bantul 30 liter dan beberapa wilayah lainnya.

Selain masyarakat dan UKM, warga yang tergabung dalam komunitas Kali Jawi juga mendapat pasokan minyak goreng murah sebanyak 600 liter. "Kali Jawi merupakan komunitas warga di tepi Kali Gajah Wong di wilayah Sorowajan dan sekitarnya," ujarnya.

Dijelaskan Yanatun, sampai saat ini jajarannya belum memberikan sanksi kepada pedagang yang masih menjual minyak goreng di atas harga ketentuan. "Belum [diberi sanksi]. Kami optimistis harga minyak goreng segera turun," katanya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan kenaikan harga minyak goreng yang terjadi dipicu oleh harga bahan baku minyak goreng yang tinggi. Pemerintah menaruh perhatian yang serius dengan kondisi kenaikan harga minyak goreng ini.

Melalui operasi pasar diharapkan bisa membantu masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga yang terjangkau. "Harapannya [operasi pasar] bisa membantu masyarakat memperoleh minyak goreng yang harganya lebih murah," katanya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Advertisement