Advertisement

Dosen UPN Masuk Daftar 5.000 Ilmuwan Top Versi AD Scientific

Sunartono
Sabtu, 29 Januari 2022 - 15:57 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Dosen UPN Masuk Daftar 5.000 Ilmuwan Top Versi AD Scientific Dosen Ilmu Komunikasi UPN Puji Lestari. - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Sebuah lembaga pemeringkatan keilmuan dan perguruan tinggi AD Scientific (Alper-Doger Scientific Index) merilis 5.000 ilmuwan top nasional. Pemeringkatan itulan berdasarkan produktivitas penelitian mereka selama di perguruan tinggi.

Salah satu dosen yang masuk dalam kategori 5.000 top nasional ini adalah Puji Lestari yang juga Dosen Ilmu Komunikasi Fisip UPN Veteran Jogja. Berdasarkam situs AD Scientific, karya Puji Lestari telah disitasi sebanyak 477 kali selama lima tahun terakhir. Kemudian H Indeks 12 dan i10 indeks berada di angka 16. Pada pemeringkatan nasional berada di 4.142 dan di kampus urutan kedua.

Advertisement

"Sebenarnya tidak pernah terbayangkan saya bisa memperoleh nomor pada pemeringkatan produktivitas peneliti dunia pada World Scientist and University Rankings 2022," kata Puji saat dikonfirmasi Sabtu (29/1/2022).

AD Scientific Index memberikan peringkat dari institusi berdasarkan dari karakteristik ilmiah dari peneliti yang berafiliasi. Index baru ini dikembangkan oleh Profesor Murat Alper (MD) dan Associate Profesor Cihan Doger (MD) dengan memakai nilai total dan lima tahun terakhir dari indeks i10, h-indeks, dan skor sitasi Google Scholar.

Selain itu, rasio nilai dalam lima tahun terakhir terhadap nilai total indeks tersebut juga digunakan. Menggunakan sembilan parameter, AD Scientific Indeks menunjukkan peringkat dari ilmuwan individu dengan 12 subjek keilmuan. Kemusian 256 cabang, 14.120 institusi, 212 negara.

AD Scientific Index adalah studi pertama dan satu-satunya yang menunjukkan total dan koefisien produktivitas lima tahun terakhir dari para ilmuwan berdasarkan h-index dan skor i10 index, serta sitasi di Google Scholar.

"Salah satu perbedaan utama yang berbeda dari AD Scientific Index adalah ketentuan skor lima tahun terakhir dan skor total h-indeks dan indeks i10, serta jumlah total dari lima tahun terakhir berdasarkan sitasi atau kutipan," ujar Ketua Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia ini.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kapan Kantor Pemerintah Pindah ke IKN? Ini Kata Luhut

News
| Senin, 23 Mei 2022, 23:27 WIB

Advertisement

alt

Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Senin, 23 Mei 2022, 14:27 WIB

Advertisement

Advertisement