Advertisement

Pustral UGM Usulkan Keselamatan Lalu Lintas di Wisata Perbukitan DIY Diaudit Berkala

Newswire
Sabtu, 26 Februari 2022 - 18:27 WIB
Bhekti Suryani
Pustral UGM Usulkan Keselamatan Lalu Lintas di Wisata Perbukitan DIY Diaudit Berkala Bus pariwisata yang menabrak Bukit Bego, Bantul, Minggu (6/2/2022). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada (UGM) Dewanti mengatakan keselamatan lalu lintas menuju destinasi wisata terutama perbukitan perlu diaudit secara berkala agar peristiwa kecelakaan bus wisata yang menewaskan 14 orang di Bantul, DIY, tidak terulang.

"Ada baiknya perlu dilakukan audit keselamatan lalu lintas kawasan wisata secara berkala," kata Dewanti melalui keterangan tertulis di Jogja, Jumat (25/2/2022).

Dewanti menyebutkan dari tujuh destinasi wisata di DIY yang menjadi prioritas unggulan, lima di antaranya memiliki topografi yang berbukit.

Kondisi tersebut, menurut dia, bakal berimplikasi pada permasalahan keselamatan lalu lintas menuju destinasi wisata.

Permasalahan tersebut, kata dia, di antaranya terkait kondisi jalan dan lingkungan seperti geometri jalan yang sub standar, keberadaan selokan maupun jurang yang berbahaya, serta terdapat alat pengatur lalu lintas yang belum berfungsi maksimal.

Kondisi kendaraan yang tidak laik jalan, seperti kendaraan tidak sesuai spesifikasi, perlengkapan kendaraan, dan desain kendaraan juga bisa memicu kecelakaan termasuk kesehatan, kecakapan, serta perilaku pengemudi.

"Beberapa hal tersebut tentu berpotensi menjadi penyebab terjadinya kecelakaan di lokasi pariwisata," ucapnya.

Pendekatan yang perlu dilakukan, menurut dia, meliputi pendekatan preemtif, preventif, dan represif yang meliputi pencegahan hingga penerapan hukuman.

Di sisi lain, katanya, kearifan lokal masyarakat sekitar lokasi wisata sangat diperlukan untuk mendukung kelancaran akses menuju kawasan wisata seperti pengaturan lalu lintas agar tetap lancar.

"Saya kira masyarakat sangat memerlukan informasi mengenai peta jalur wisata dengan indikasi kondisi jalan dan lalu lintas serta keselamatan lalulintas," kata dia.

Advertisement

BACA JUGA: Terus Tumbuh, Volume Kubah Lava di Tengah Kawah Merapi Sudah Mencapai 3,2 juta Juta Meter Kubik

Caretaker Pustral UGM Bambang Agus Kironoto menuturkan bahwa tingginya minat wisatawan berkunjung ke Yogyakarta membutuhkan penanganan yang memadai agar tercapai layanan yang memuaskan, tercipta rasa aman, nyaman dan selamat baik di lokasi wisata maupun sepanjang perjalanan.

Menurut Bambang, keterampilan pengemudi, faktor cuaca yang berdampak pada kondisi jalan, serta kondisi infrastruktur dan kendaraan bisa menjadi penyebab kecelakaan.

Advertisement

"Kecelakaan yang belum lama terjadi di Bantul pada akses menuju lokasi pariwisata menunjukkan bahwa upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan okupansi tingkat kunjungan pariwisata perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai pada akses menuju lokasi pariwisata," ujar Bambang.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dari Bidang Makanan sampai Kesehatan, 21 CEO Meraih Achievement Award

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

alt

3 Rekomendasi Glamcamp Seru di Jogja

Wisata
| Sabtu, 01 Oktober 2022, 17:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement