Polisi Periksa 10 Saksi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Bripka E
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Petugas UPT Pasar Beringharjo memasang running text di atas Gerbang Pasar Beringharjo, Rabu (11/4/2018). /Harian Jogja- Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA—Jogja akan dicat putih ulang menyesuaikan warna yang digunakan untuk mengecat fasad pertokoan di sepanjang Jalan Malioboro hingga Jalan Ahmad Yani.
"Sudah ada ketentuan warna yang digunakan. Ya, mengikuti saja yaitu warna putih tulang," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono di Jogja, Selasa (1/3/2022).
Ia berharap, pengecatan fasad Pasar Beringharjo tersebut semakin mempercantik wajah pasar tradisional terbesar di Kota Jogja terlebih saat ini sudah tidak ada pedagang kaki lima (PKL) yang memadati pintu masuk sisi barat.
Fasad adalah tampilan sisi luar dari sebuah bangunan.
BACA JUGA: Polisi Kesulitan Temukan Emak-Emak Salah Jalur di Jalan Jogja Solo
Menurut dia, pengecatan fasad merupakan tindak lanjut dari penataan PKL yang telah terlebih dulu dilakukan.
"Tentunya, wisatawan yang datang akan merasa semakin nyaman," katanya.
Meskipun demikian, Yunianto menyebut belum dapat memastikan pihak yang nantinya akan melakukan pengecatan fasad Pasar Beringharjo. "Sejauh ini, kami hanya membantu menyiapkan saja agar fasad bisa di cat sewaktu-waktu. Komunikasi terus dilakukan oleh Bappeda dengan Pemerintah DIY," katanya.
Untuk memastikan tidak ada lagi pedagang dadakan yang memanfaatkan lokasi bekas PKL, dilakukan pemantauan rutin di depan Pasar Beringharjo.
"Ada petugas keamanan pasar yang melakukan pengawasan rutin. Sejauh ini, tidak ada pedagang dadakan yang berjualan di lokasi bekas PKL. Jika ada, maka akan langsung kami halau," katanya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan pengecatan fasad pertokoan di sepanjang Jalan Malioboro dilakukan bersama dengan Pemerintah DIY.
"Diawali dari beberapa toko dan ada pula pemilik toko yang melakukan secara mandiri. Warna yang disepakati adalah putih," katanya.
Melalui pengecatan dan penyeragaman warna fasad tersebut diharapkan dapat menjadikan kawasan Malioboro semakin terlihat rapi dan tertata.
"Penataan diawali dengan pengecatan karena tidak membutuhkan biaya besar. Kalau harus menata dan mengembalikan fasad asli maka dibutuhkan biaya besar serta tenaga ahli. Apalagi jumlah pertokoan juga banyak sekitar 200 toko," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi memeriksa 10 saksi dalam kasus dugaan kekerasan seksual Bripka E. Penyidik segera melimpahkan berkas perkara ke Kejari Wonogiri.
Pengamat UGM menilai mismatch kompetensi dan kebutuhan industri memicu pengangguran terdidik serta mendorong penguatan pelatihan vokasi.
Pengadaan sumber air permanen di Kulonprogo membutuhkan Rp300 juta-Rp800 juta. APBD terbatas, perluasan SPAM mengandalkan Danais.
Menteri HAM Natalius Pigai menyebut MBG dan cek kesehatan gratis sebagai bagian dari upaya pemerintah memenuhi hak dasar masyarakat.
Aris Prasena resmi menjadi Kepala Dinas PUP-ESDM DIY. Simak profil, pendidikan, perjalanan karier, hingga tugas strategisnya.
Sekaten dan Grebeg Maulud 2026 digelar sederhana. Miyos Gangsa di Pagelaran Keraton Jogja dibuka untuk masyarakat.