Menganggap Kena Covid-19 Cukup Isoman, Banyak Warga DIY Akhirnya Meninggal

Sunartono
Sunartono Senin, 21 Maret 2022 19:57 WIB
Menganggap Kena Covid-19 Cukup Isoman, Banyak Warga DIY Akhirnya Meninggal

Ilustrasi Covid-19./Freepik

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY mengungkap penyebab kematian pasien Covid-19 yang masih tinggi di wilayah ini dengan angka rata-rata di atas 10 kasus sehari. Penyebabnya karena sebagian besar rata-rata lansia komorbid dan telat dibawa ke rumah sakit.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan Pemda DIY telah melaporkan ke Pemerintah Pusat dalam Video Conference dengan Kemenko Marves terkait kasus Covid-19. Ia mengakui selama beberapa hari terakhir kasus kematian di DIY masih cukup tinggi. Berdasarkan catatannya, salah satu penyebabnya karena terlambat masuk rumah sakit. Selain itu ada beberapa pasien komorbid yang sebelumnya tidak diketahui.

“Dari catatan yang kami terima karena terlambat masuk rumah sakit, karena kejadiannya masyarakat itu kalau terkena Covid itu cukup isoman di rumah. Sementara ada beberapa orang yang tidak memahami bahwa mereka memiliki komorbid sehingga terlambat masuk ke rumah sakit,” katanya dalam rilis resmi yang dikeluarkan Pemda DIY, Senin (21/3/2022) malam.

BACA JUGA: Pesawat Kontroversial Boeing 737 Kembali Celaka, Kali Ini di China!

Selain itu sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal karena komorbid hipertensi dan usianya di atas 50 tahun. Menurutnya tidak ada laporan kasus kematian pada anak dan usia muda.

“Berdasarkan catatan kami, sebagian besar yang meninggal itu rata-rata karena komorbid hipertensi, sementara kalau dari sisi usia yang terbesar itu diatas lima puluh tahun,” ujarnya.

Aji menegaskan melalui jajarannya di kabupaten dan kota meminta agar terus melakukan sosialisasi sekaligus memantau agar pasien isoman terus diawasi. Ia mengimbau kepada masyarakat yang menjalani isoman dengan kondisi rumah tidak layak sebaiknya langsung ke selter.

"Kami terus lakukan sosialisasi bagi penderita komorbid agar sebaiknya ke rumah sakit atau ke selter agar bisa dipantau kondisi kesehatannya,” ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online