Groundbreaking PSEL Jogja Ditarget Juni 2026
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Beberapa anak rehabilitasi tampil di depan keluarganya, dalam Family Support Group, di aula BPRSR Dinas Sosial DIY, Rabu (23/3/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY menggelar Family Support Group di aula BPRSR Dinas Sosial DIY, di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Rabu (23/3/2022).
BACA JUGA: Jogja dan Sekitarnya Lewati Puncak Gelombang Ketiga Covid-19
Kegiatan itu untuk membekali orang tua dan keluarga untuk menerima anaknya kembali selepas masa rehabilitasi.
Kepala BPRSR Dinas Sosial DIY, Barried Wibawa, menjelaskan Family Support Group bertujuan menguatkan peran keluarga dalam memberikan pengasuhan untuk anak agar nantinya bisa kembali ke masyarakat dan melanjutkan cita-citanya.
“Selain itu agar selama anak menjalani masa rehabilitasi, keluarga bisa memberikan dukungan agar proses rehabilitasi berjalan dengan baik,” katanya.
“Kami berupaya semaksimal mungkin menyiapkan program dan kegiatan selama anak di sini agar proses rehabilitasi berjalan baik. Kami harap, setelah keluar dari sini, mereka akan menjadi seperti anak pada umunya, dapat menyesuaikan dengan lingkungan keluarga dan masyarakat.”
Family Support Group menampilkan hasil karya anak selama direhabilitasi, salah satunya pertunjukan musik akustik. Orang tua atau keluarga yang datang juga mendapat surat pribadi berisi ungkapan perasaan dari anak yang direhabilitasi.
BPRSR Dinas Sosial DIY saat ini menampung 30 anak yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, dari usia 14 sampai 18 tahun. Tak hanya dari DIY, anak-anak berasal dari Sidoarjo, Magelang, Semarang dan Banten. Sleman mendominasi jumlah tersebut dengan 16 anak.
Lamanya anak direhabilitasi berbeda-beda sesuai dengan hasil penetapan dari pengadilan. Pada 2021, BPRSR Dinas Sosial DIY mengembalikan 84 anak kepada keluarganya. Total kapasitas rehabilitasi sebanyak 80 anak.
Selama direhabilitasi, anak akan mengikuti berbagai kegiatan positif mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Ada tiga pelayanan utama yang diberikan, yakni pemenuhan kebutuhan pokok meliputi makan tiga kali sehari dengan masakan segar, lengkap dengan buah, susu dan cemilan.
Kedua, bimbingan fisik, mental, spuritual dan sosial. Ketiga, pendidikan atau vokasional. Semua anak dipastikan menunaikan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Sejumlah kegiatan positif yang dilakukan diantaranya latihan musik, outbound, menonton film, memilah sampah dan lainnya.
BACA JUGA: Ganti Rugi Tol Jogja Solo untuk Warga Purwomartani Kemungkinan Dibayarkan Juli
Psikolog dari Center of Public Mental Health (CPMH) UGM, Nurul Kusuma Hidayati, mengatakan hal yang pertama perlu disiapkan adalah keluarga. “Keluarga harus solid, harus ngobrol apa yang harus dilakukan dan disiapkan,” katanya.
Yang perlu disiapkan berikutnya adalah lingkungan.Anak yang kembali pun harus disiapkan. Misal si anak perlu mendekati dan meminta maaf lagi kepada korban, keluarga pun harus ikut mendampingi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah pusat targetkan groundbreaking PSEL di Jogja dan empat wilayah lain Juni 2026. DLHK DIY tunggu pemenang lelang sambah jadi energi listrik untuk atasi
Kanwil Ditjen Imigrasi DIY membuka layanan Pasporia di Alun-Alun Wates. Layanan paspor di ruang publik ini akan diperluas ke Bantul dan Kulon Progo.
Kemenag segera menyalurkan BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II 2026 senilai Rp4,1 triliun untuk 83 ribu lembaga pendidikan.
Kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Merapi, Magelang. Sebanyak 2.000 meter persegi lahan terbakar dan api padam setelah hampir tujuh jam.
Hasil Magang Nasional 2026 telah diumumkan. Fresh graduate yang belum lolos bisa memperkuat portofolio dengan lima langkah ini.
Fabio Quartararo dijatuhi penalti 16 detik usai MotoGP Inggris 2026 di Silverstone akibat pelanggaran teknis sistem tekanan ban. Pebalap Yamaha itu gagal meraih