Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Beberapa anak rehabilitasi tampil di depan keluarganya, dalam Family Support Group, di aula BPRSR Dinas Sosial DIY, Rabu (23/3/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja (BPRSR) Dinas Sosial DIY menggelar Family Support Group di aula BPRSR Dinas Sosial DIY, di Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Rabu (23/3/2022).
BACA JUGA: Jogja dan Sekitarnya Lewati Puncak Gelombang Ketiga Covid-19
Kegiatan itu untuk membekali orang tua dan keluarga untuk menerima anaknya kembali selepas masa rehabilitasi.
Kepala BPRSR Dinas Sosial DIY, Barried Wibawa, menjelaskan Family Support Group bertujuan menguatkan peran keluarga dalam memberikan pengasuhan untuk anak agar nantinya bisa kembali ke masyarakat dan melanjutkan cita-citanya.
“Selain itu agar selama anak menjalani masa rehabilitasi, keluarga bisa memberikan dukungan agar proses rehabilitasi berjalan dengan baik,” katanya.
“Kami berupaya semaksimal mungkin menyiapkan program dan kegiatan selama anak di sini agar proses rehabilitasi berjalan baik. Kami harap, setelah keluar dari sini, mereka akan menjadi seperti anak pada umunya, dapat menyesuaikan dengan lingkungan keluarga dan masyarakat.”
Family Support Group menampilkan hasil karya anak selama direhabilitasi, salah satunya pertunjukan musik akustik. Orang tua atau keluarga yang datang juga mendapat surat pribadi berisi ungkapan perasaan dari anak yang direhabilitasi.
BPRSR Dinas Sosial DIY saat ini menampung 30 anak yang semuanya berjenis kelamin laki-laki, dari usia 14 sampai 18 tahun. Tak hanya dari DIY, anak-anak berasal dari Sidoarjo, Magelang, Semarang dan Banten. Sleman mendominasi jumlah tersebut dengan 16 anak.
Lamanya anak direhabilitasi berbeda-beda sesuai dengan hasil penetapan dari pengadilan. Pada 2021, BPRSR Dinas Sosial DIY mengembalikan 84 anak kepada keluarganya. Total kapasitas rehabilitasi sebanyak 80 anak.
Selama direhabilitasi, anak akan mengikuti berbagai kegiatan positif mulai pukul 04.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB. Ada tiga pelayanan utama yang diberikan, yakni pemenuhan kebutuhan pokok meliputi makan tiga kali sehari dengan masakan segar, lengkap dengan buah, susu dan cemilan.
Kedua, bimbingan fisik, mental, spuritual dan sosial. Ketiga, pendidikan atau vokasional. Semua anak dipastikan menunaikan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Sejumlah kegiatan positif yang dilakukan diantaranya latihan musik, outbound, menonton film, memilah sampah dan lainnya.
BACA JUGA: Ganti Rugi Tol Jogja Solo untuk Warga Purwomartani Kemungkinan Dibayarkan Juli
Psikolog dari Center of Public Mental Health (CPMH) UGM, Nurul Kusuma Hidayati, mengatakan hal yang pertama perlu disiapkan adalah keluarga. “Keluarga harus solid, harus ngobrol apa yang harus dilakukan dan disiapkan,” katanya.
Yang perlu disiapkan berikutnya adalah lingkungan.Anak yang kembali pun harus disiapkan. Misal si anak perlu mendekati dan meminta maaf lagi kepada korban, keluarga pun harus ikut mendampingi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Bank Jateng memperkuat digitalisasi transaksi keuangan Pemkab Boyolali melalui HLM TP2DD 2026 untuk mendorong pengelolaan keuangan daerah yang efisien.
Malaysia menutup sekolah di sejumlah wilayah akibat kabut asap. Pembelajaran dialihkan ke rumah dan guru mendapat izin bekerja dari rumah.
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
Meta melarang iklan ByteDance di Facebook dan Instagram di Indonesia serta enam negara lain. Kebijakan ini memperuncing persaingan dengan TikTok.
Anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026 dengan 57 juta penerima. Pemerintah memperketat standar higiene dan ketepatan sasaran.