Kasus Ternak Mati Bertambah, Kompensasi Jadi Cara Tekan Brandu
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Tim gabungan terus melakukan pencarian tiga nelayan yang diduga hilang di kawasan Pantai Ngitun, Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul. Di hari keempat pencarian difokuskan ke arah barat dengan menyisir hingga kawasan Pantai Parangtritis di Kabupaten Bantul.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Sunu Handoko mengatakan, upaya pencarian kapal sekoci yang hilang kontak sejak Jumat (29/4/2022) yang membawa tiga nelayan terus dilakukan. Menurut dia, sejak mendapatkan laporan pada Minggu (1/5/2022) upaya pencarian terus berlanjut.
Meski demikian, hingga hari ketiga pencarian belum juga membuahkan hasil. Adapun petunjuk terkait dengan kecelakaan ini ditemukan serpihan kayu yang diduga sebagai bagian dari kapal sekoci yang hilang.
“Masih terus dicari dan mudah-mudahan segera membuahkan hasil,” kata Sunu kepada wartawan, Kamis (5/5/2022).
Baca juga: Kapal Hilang, KTP ABK dari Gunungkidul Ditemukan
Dia menjelaskan, pencarian di hari keempat akan difokuskan ke arah barat yang disesuaikan dengan kondisi arus. Rencananya penyisiran dilakukan dari lokasi temuan serpihan kapal hingga ke Pantai Parangtritis.
Untuk penyisiran tidak hanya melibatkan gabungan personel SAR, Basarnas, Polsek Tepus dan Girisubo, SAR MTA, SAR FKAM, melainkan juga ada partisipasi dari nelayan lokal. Total ada tiga kapal sekoci, empat perahu jukung dan tiga unit jetksi. “Kami terus memantau dan kabar terbaru penyisiran di Pantai Siung sudah melaporkan, tapi hasilnya masih nihil,” katanya.
Selain proses mencari melalui jalur laut, juga mengupayakan pencarian via darat dengan menyisir di kawasan perbukitan yang berbatasan dengan laut. “Segala upaya kami lakukan untuk mencari keberadaan para nelayan yang dinyatakan hilang,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono mengatakan, ikut membantu pencarian ketiga nelayan yang dilaporkan hilang. Meski demikian, tim juga dibagi untuk pengamanan libur lebaran karena adanya lonjakan pengunjung yang datang ke kawasan pantai.
“Kami ikut terjun mencari, tapi memang belum membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laporan ternak mati di Gunungkidul meningkat. Kompensasi jadi cara cegah praktik brandu dan penyebaran antraks.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.