JFF 2026 Hadir di Jogja, Edukasi Keuangan Dikemas Lebih Seru
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Deklarasi Des Ganjar digelar di Taman Madu Bronto, Dusun Kepek 1, Desa Banyusoco, Kleyen, Gunungkidul, Selasa (10/5/2022)/ist
Harianjogja.com, JOGJA- Deklarasi dukungan kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, untuk maju sebagai calon presiden di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang terus mengalir. Sejumlah warga membentuk relawan di setiap desa. Mereka tergabung dalam Relawan Desa untuk Ganjar atau Des Ganjar.
Des Ganjar diisi oleh berbagai elemen masyarakat yang mewakili Lima Kabupaten/Kota di DIY. Deklarasi digelar di Taman Madu Bronto, Dusun Kepek 1, Desa Banyusoco, Kleyen, Gunungkidul.
Ketua relawan Des Ganjar DIY, Wahyudi mengatakan masyarakat DIY mendukung Ganjar karena sosoknya yang berwibawa, cerdas dan mampu merangkul semua lapisan masyarakat. "Beliau pemimpin yang disegani dan disayangi. Pak Ganjar bisa merangkul semuanya, bisa ke masyarakat kecil, petani, penambang pasir bahkan UMKM," ujarnya melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Rabu (11/5/2022).
Menurut Wahyudi, Ganjar merupakan pemimpin berprestasi, humanis dan peduli kepada masyarakat desa. Dia mengajak masyarakat desa di DIY untuk mendukung Ganjar menjadi presiden periode 2024-2029. Wahyudi pun mengutip perkataan mantan Wakil Presiden sekaligus tokoh Bangsa Indonesia, Bung Hatta.
"Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa. Dan kami sudah menyiapkan strategi untuk memenangkan pak Ganjar," kata Wahyudi.
Baca juga: Survei: Ganjar Paling Unggul di Jogja dan Jateng
Deklarasi juga dimeriahkan dengan senam massal yang dihadiri para wanita, penampilan Reog Nawangsih, Tari Mulatsari, kesenian tradisional Gejog Lesung - Gambyong Mari Kangen, tausyiah keislaman dan dorprize. Selain itu, ada juga parade budaya ‘Bregodo Lombok Ijo’ serta pawai makanan tempo dulu.
Menurut Wayhudi, parade makanan tempo dulu yang disajikan terdiri dari 20 jenis makanan ringan, di antaranya Brangkal yakni singkong yang diracik dengan bumbu khas. Lalu, Thiwul Ayu, Mendut Ketan, Apem, Arem-Arem, Cucur, Wajik dan makanan berat bernama Sego Berkat yakni makanan nasi dengan lauknya yang dibungkus dengan daun jati.
Makanan yang disajikan kebanyakan dibungkus dengan dedaunan khususnya daun Jati. Hal itu telah dilakukan masyarakat tempo dulu. Menurutnya, hal ini juga dimunculkan untuk mengkampanyekan pengurangan penggunaan plastik pada bungkus makanan. "Kami semua sajikan dan gratiskan bagi warga yang hadir. Tadi yang hadir ada lebih dari 800 orang," katanya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JFF 2026 hadir di Jogja, padukan edukasi finansial, konser musik, dan lari amal untuk generasi muda.
Kominfo menjelaskan tiga peran orangtua dalam melindungi anak di ruang digital sesuai PP Tunas 2025 untuk menciptakan internet aman.
-Pendampingan yang dilakukan Astra Honda Motor terhadap Desa Wisata Krebet, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul mulai menunjukkan dampak
BGN menegaskan Program Makan Bergizi Gratis tidak membagikan susu formula untuk bayi usia 0-6 bulan dan tetap mengutamakan ASI eksklusif.
Catcrs menggandeng market maker dan broker institusional untuk memperkuat likuiditas dan stabilitas perdagangan aset digital.
Arema FC menang 3-1 atas PSIM Yogyakarta di laga terakhir BRI Super League 2026. Joel Vinicius cetak gol cepat menit ke-2.