Advertisement

Siap-Siap! DIY Serentak Memasuki Kemarau Mulai Juni

Newswire
Rabu, 25 Mei 2022 - 08:07 WIB
Bhekti Suryani
Siap-Siap! DIY Serentak Memasuki Kemarau Mulai Juni Foto ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jogja memprakirakan musim kemarau di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terjadi secara bersamaan pada awal Juni 2022.

"Awal Juni seluruh wilayah DIY sudah masuk musim kemarau. Untuk DIY bagian selatan sudah masuk kemarau, tapi bagian tengah hingga utara masih pancaroba," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas saat dihubungi di Jogja, Selasa (24/5/2022).

Reni mengatakan untuk puncak musim kemarau di DIY diprakirakan terjadi pada Juli hingga Agustus 2022.

"Nanti curah hujan pada Juni akan berkurang dibandingkan Mei. Meski Juli juga masih ada hujan, tetapi cenderung berkurang dibandingkan Juni," kata dia.

BACA JUGA: Terbaru! Begini Perkembangan Proyek Tol Jogja

Menurut dia, kemarau di DIY akan bersifat basah, sehingga masih memungkinkan turunnya hujan.

Kondisi itu, kata dia, dipicu adanya anomali suhu permukaan laut di Samudera Hindia Selatan Jawa dengan anomali suhu 0.5 derajat Celcius sampai 1.0 derajat Celcius.

"Suhu muka laut masih sangat hangat, sehingga potensi pembentukan awan-awan hujan masih ada," ujar dia.

Selain itu, berdasarkan pemantauan terhadap anomali iklim global di dua samudera, yaitu Samudera Pasifik Ekuator dan Samudera Hindia menunjukkan indikasi munculnya anomali iklim berupa La Nina moderat.

Namun demikian, La Nina moderat atau sedang itu, kata dia, akan berangsur melemah sampai dengan September 2022, sehingga tetap berpeluang terjadi kekeringan meteorologis.

Advertisement

"Juni kami prediksikan La Nina berangsur melemah, artinya curah hujan terus berkurang," kata dia.

Karena itu, Reni meminta masyarakat mulai mempersiapkan diri dengan musim kemarau yang bersifat atas normal.

Ia mengimbau para petani di DIY mulai mempersiapkan pola tanam yang sesuai kondisi tersebut agar tidak mengalami gagal panen. "Karena curah hujan bulanannya di bawah 200 milimeter, petani lebih cocok menanam palawija," kata dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Total 11 Wajib Pajak Crazy Rich Ikut Program Pengungkapan Sukarela

News
| Jum'at, 01 Juli 2022, 23:57 WIB

Advertisement

alt

Dieng Culture Festival 2022 Digelar September 2022

Wisata
| Jum'at, 01 Juli 2022, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement