Kehangatan Kuliner Asia Akhir Pekan di GAIA Semeja Asian Kitchen
Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat, berkumpul bersama orang-orang terdekat, sekaligus menikmati hidangan yang menggugah selera.
Paguyuban Wanita Bank BPD DIY mempraktikkan cara pembuatan cairan eco enzyme dalam pelatihan pengolahan limbah pada Sabtu (11/6/2022)-Harian Jogja/Lajeng Padmaratri
JOGJA - Sebagai salah satu upaya mendorong kesadaran lingkungan, Paguyuban Wanita Bank BPD DIY belajar mengolah limbah dengan membuat cairan eco enzyme pada Sabtu (11/6/2022).
Kegiatan ini difasilitasi oleh Komunitas Eco Enzyme Nusantara - DIY. Bertempat di Bilik Kayu Resto, kegiatan pelatihan pengolahan limbah ini diikuti oleh 70 anggota Paguyuban Wanita Bank BPD DIY.
Ketua Paguyuban Wanita Bank BPD DIY, Hastin Santoso Rohmad mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi kesadaran bahwa kalangan ibu-ibu memiliki kontribusi besar terhadap munculnya sampah. Sebab, merekalah yang lebih sering melakukan pengolahan makanan di dapur hingga menghasilkan residu.
Jika tidak diolah dengan baik, sampah rumah tangga hanya akan menumpuk di TPA. Di Jogja, permasalahan sampah tengah jadi bahasan lantaran TPST Piyungan dianggap sudah overload sampah.
"Soal eco enzyme ini, karena kita sadar ibu-ibu sering masak dan menghasilkan sampah dari sisa dapur itu. Harapannya dengan acara hari ini, ibu-ibu bisa belajar pengolahan limbah, sehingga sampah dapur itu bisa berguna lagi di keseharian kita," terang Hastin kepada Harian Jogja.
Dalam acara tersebut, relawan dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara - DIY tidak hanya menyampaikan materi, melainkan juga memberikan demo praktik. Sehingga, peserta dari Paguyuban Wanita Bank BPD DIY bisa melihat langsung bagaimana pembuatan cairan eco enzyme.
Eco enzyme merupakan cairan yang beraroma asam segar hasil fermentasi dari campuran air, gula, dan limbah organik. Bahan limbah organik itu berasal dari kulit buah hingga batang sayur yang tidak dimasak untuk diolah lagi dengan difermentasi selama 3 bulan.
"Setelah 3 bulan cairan itu disaring, istilahnya dipanen, nanti itu bisa mendatangkan manfaat untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Mulai dari menggantikan cairan pel, pembersih kloset, bahkan sabun dan sampo kita, jadi harapannya bisa mengurangi pemakaian bahan kimia," tutur relawan Komunitas Eco Enzyme Nusantara - DIY, Lusia Anggraini. (Lajeng Padmaratri)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akhir pekan menjadi waktu yang tepat untuk sejenak melepas penat, berkumpul bersama orang-orang terdekat, sekaligus menikmati hidangan yang menggugah selera.
Borobudur Indonesia Expo 2026 di Kota Magelang ditargetkan menarik 40.000 pengunjung dan transaksi Rp2 miliar untuk menggerakkan ekonomi daerah.
ASDP mengoperasikan 24 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan logistik dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Sebanyak 114 sekolah di Bantul masuk program revitalisasi 2026. Pembangunan ditargetkan selesai maksimal pertengahan Desember.
TNGM mencatat 36 pendaki ilegal Merapi lahir 2006–2008. Sebanyak 13 orang lahir 2008, sementara jalur masih ditutup.
Komisi C DPRD Gunungkidul meminta proyek infrastruktur 2026 selesai tepat waktu dan berkualitas agar tak mengganggu penyerapan anggaran.