Advertisement

Paguyuban Wanita Bank BPD DIY Belajar Membuat Eco Enzyme

Media Digital
Sabtu, 11 Juni 2022 - 14:47 WIB
Bhekti Suryani
Paguyuban Wanita Bank BPD DIY Belajar Membuat Eco Enzyme Paguyuban Wanita Bank BPD DIY mempraktikkan cara pembuatan cairan eco enzyme dalam pelatihan pengolahan limbah pada Sabtu (11/6/2022)-Harian Jogja - Lajeng Padmaratri

Advertisement

JOGJA - Sebagai salah satu upaya mendorong kesadaran lingkungan, Paguyuban Wanita Bank BPD DIY belajar mengolah limbah dengan membuat cairan eco enzyme pada Sabtu (11/6/2022).

Kegiatan ini difasilitasi oleh Komunitas Eco Enzyme Nusantara - DIY. Bertempat di Bilik Kayu Resto, kegiatan pelatihan pengolahan limbah ini diikuti oleh 70 anggota Paguyuban Wanita Bank BPD DIY.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Ketua Paguyuban Wanita Bank BPD DIY, Hastin Santoso Rohmad mengungkapkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini dilatarbelakangi kesadaran bahwa kalangan ibu-ibu memiliki kontribusi besar terhadap munculnya sampah. Sebab, merekalah yang lebih sering melakukan pengolahan makanan di dapur hingga menghasilkan residu.

Jika tidak diolah dengan baik, sampah rumah tangga hanya akan menumpuk di TPA. Di Jogja, permasalahan sampah tengah jadi bahasan lantaran TPST Piyungan dianggap sudah overload sampah.

"Soal eco enzyme ini, karena kita sadar ibu-ibu sering masak dan menghasilkan sampah dari sisa dapur itu. Harapannya dengan acara hari ini, ibu-ibu bisa belajar pengolahan limbah, sehingga sampah dapur itu bisa berguna lagi di keseharian kita," terang Hastin kepada Harian Jogja.

Dalam acara tersebut, relawan dari Komunitas Eco Enzyme Nusantara - DIY tidak hanya menyampaikan materi, melainkan juga memberikan demo praktik. Sehingga, peserta dari Paguyuban Wanita Bank BPD DIY bisa melihat langsung bagaimana pembuatan cairan eco enzyme.

Eco enzyme merupakan cairan yang beraroma asam segar hasil fermentasi dari campuran air, gula, dan limbah organik. Bahan limbah organik itu berasal dari kulit buah hingga batang sayur yang tidak dimasak untuk diolah lagi dengan difermentasi selama 3 bulan.

"Setelah 3 bulan cairan itu disaring, istilahnya dipanen, nanti itu bisa mendatangkan manfaat untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari. Mulai dari menggantikan cairan pel, pembersih kloset, bahkan sabun dan sampo kita, jadi harapannya bisa mengurangi pemakaian bahan kimia," tutur relawan Komunitas Eco Enzyme Nusantara - DIY, Lusia Anggraini. (Lajeng Padmaratri)

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement