Jadwal SIM Sleman 12 Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 12 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat dokumen, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim pancaroba.
Sultan mengatakan setiap kabupaten dan kota di DIY memiliki anggaran khusus untuk penanganan bencana. Terpenting antisipasi harus dilakukan, sehingga Sultan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kalau kabupaten dan kota untuk bencana kan punya dana penanganan sendiri. Jadi ini musim pancaroba jadi memang harus hati-hati, terutama jika ada pohon tinggi, tua dan sejenisnya," katanya, Senin (13/6/2022).
BACA JUGA: Gegara Korupsi Perizinan Haryadi Suyuti, Sejumlah Investor Ingin Masuk Jogja Mundur
Sultan yakin kabupaten dan kota siap dengan antisipasi bencana di musim pancaroba ini. Penanganan setiap kejadian kedaruratan pertama akan dicover kabupaten dan kota, akan tetapi tetap dibantu provinsi jika membutuhkan.
"Tetapi kabupaten kota dan provinsi punya kewenangan sendiri-sendiri. Kalau seperti itu punya dana bencana sendiri, lewat APBD, pasti punya untuk menangani. Kecuali minta bantuan provinsi nah itu baru, provinsi akan mengeluarkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 12 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi layanan, jam operasional, syarat dokumen, dan ketentuan SIM kedaluwarsa.
Daftar 15 mobil matic bekas di bawah Rp100 juta per 15 Oktober 2026, mulai Mazda CX-5 Rp55 juta hingga Honda Brio Rp99 juta.
Pemkab Kulon Progo mengalokasikan Rp102,16 miliar untuk pelayanan publik pada 2026, dengan prioritas perbaikan jalan kabupaten, jembatan, irigasi, infrastruktur
Baningsih Tedjokartono mengaku bergabung dengan PSI setelah diminta Jokowi dan berencana maju sebagai caleg pada Pemilu 2029.
Agrinas mengungkap 159 manajer Kopdes Merah Putih mengundurkan diri menjelang operasional serentak 8.000 koperasi desa.
Hasil lab kasus dugaan keracunan MBG di Selo, Boyolali, menemukan bakteri E. coli, sedangkan kadar histamin pada udang masih normal.