AI Makin Canggih, Pakar Tegaskan Peran Jurnalis Tetap Tak Tergantikan
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Ilustrasi angin kencang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah musim pancaroba.
Sultan mengatakan setiap kabupaten dan kota di DIY memiliki anggaran khusus untuk penanganan bencana. Terpenting antisipasi harus dilakukan, sehingga Sultan mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Kalau kabupaten dan kota untuk bencana kan punya dana penanganan sendiri. Jadi ini musim pancaroba jadi memang harus hati-hati, terutama jika ada pohon tinggi, tua dan sejenisnya," katanya, Senin (13/6/2022).
BACA JUGA: Gegara Korupsi Perizinan Haryadi Suyuti, Sejumlah Investor Ingin Masuk Jogja Mundur
Sultan yakin kabupaten dan kota siap dengan antisipasi bencana di musim pancaroba ini. Penanganan setiap kejadian kedaruratan pertama akan dicover kabupaten dan kota, akan tetapi tetap dibantu provinsi jika membutuhkan.
"Tetapi kabupaten kota dan provinsi punya kewenangan sendiri-sendiri. Kalau seperti itu punya dana bencana sendiri, lewat APBD, pasti punya untuk menangani. Kecuali minta bantuan provinsi nah itu baru, provinsi akan mengeluarkan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UII Teduh Dirgahayu menegaskan AI membantu kerja jurnalistik, tetapi tidak dapat menggantikan peran wartawan dalam verifikasi dan keputusan editorial.
Wakil Ketua DPRD DIY, Budi Waljiman, mendorong penguatan budaya membaca dan menulis di tengah derasnya arus informasi digital
FIFA selidiki dugaan rasis suporter Argentina ke iShowSpeed di Piala Dunia. Simak kronologi insiden dan kontroversi terbaru tim Tango di sini.
Sekda baru Kota Jogja, Budi Santosa Asrori, memprioritaskan pelaksanaan program RPJMD, penguatan tata kelola pemerintahan, dan penanganan isu strategis seperti
Jumlah lulusan perguruan tinggi di Sleman terus bertambah, sementara lapangan kerja formal belum mampu mengimbanginya. Disnaker soroti mismatch kompetensi.
DPRD Gunungkidul mulai membahas tiga Raperda inisiatif pada Juli 2026. Total 12 Raperda ditargetkan selesai dibahas dan ditetapkan hingga akhir tahun.