DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Ilustrasi kepeloporan pemuda./Pixabay
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kabupaten Gunungkidul mengirimkan wakil terbanyak di DIY pada seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Nasional. Ada dua wakil yang maju untuk kategori pendidikan dan agama sosial budaya.
Daerah lain seperti Kota Jogja, Sleman dan Bantul masing-masing hanya mengirim satu wakil. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Supriyanto mengatakan perwakilan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga datang ke Gunungkidul pada Senin (4/7/2022) untuk memverifikasi pemuda pelopor yang maju di tingkat nasional.
BACA JUGA: Cerita Djayanti Aprilia, Ilustrator Prambanan Jazz 2022, Angkat Warna Megah Kerajaan
“Sekarang ke Pantai Ngobaran di Kapanewon Saptosari. Selanjutnya akan ke Kapanewon Semanu,” kata Supri, Senin.
Menurut dia, ada perwakilan dari wilayah ini yang maju seleksi pemuda pelopor tingkat nasional. Suyatno maju di bidang agama sosial budaya. Satu wakil lainnya, yakni Joko Susilo di bidang pendidikan. “Mudah-mudahan bisa lolos seleksi dan menjadi juara nasional,” katanya.
Supri mengungkapkan torehan prestasi ini tidak hanya membanggakan Kabupaten Gunungkidul, tapi juga dapat menjadi inspirator bagi pemuda-pemuda lainnya agar ikut berpretasi. “Tujuannya memberikan kegiatan positif dan terhindar dari hal yang buruk atau salah pergaulan,” imbuh dia.
Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Irfan Ratnadi mengatakan dua wakil Gunungkidul pada seleksi pemuda pelopor tingkat nasional dipilih Pemda.
BACA JUGA: Malam Ini, PSIM Jogja Ditantang FC Bekasi City
Irfan mengatakan Joko Susilo berhasil menggerakan masyarakat untuk mendukung proses pembelajaran anak pada saat pandemi. Sementara, Suyatno berhasil di bidang agama sosial dan budaya karena melibatkan semua kalangan untuk mengelola wisata di Pantai Ngobaran di Kalurahan Kanigoro, Saptosari.
“Proses ini tidak sebentar karena aktivitas minimal dilakukan dalam dua tahun. Kalau kurang, maka tidak bisa ikut seleksi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.