Musyawarah Kretek 2026 Hasilkan 6 Tuntutan untuk Pemerintah, Ini Isinya
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Lokasi bekas kerusuhan di Babarsari-Harian Jogja/Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA--DPRD DIY ikut merespons terkait kerusuhan antar kelompok yang terjadi di Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman. Penegakan hukum perlu dikedepankan untuk menuntaskan kasus tersebut. Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi A DPRD DIY Eko Suwanto, Rabu (6/7/2022).
Eko Suwanto berharap akar persoalan yang menyebabkan konflik di Babarsari bisa terselesaikan sehingga bentrok serupa tidak terjadi lagi ke depan. Menurutnya semua pihak harus berkomitmen untuk mewujudkan rasa aman dan damai di seluruh wilayah DIY. Mengingat posisi Jogja sangat penting, selain sebagai salah satu kota tujuan wisata, juga sebagai kota pendidikan.
“Kami tentu mengapresiasi kepada semua pihak yang berkomitmen untuk mendamaikan mereka yang terlibat dengan bertemu langsung. Karena inisiatif damai ini juga penting untuk penyelesaian konflik sekaligus memulihkan situasi dan kondisi agar tercipta rasa aman dan nyaman,” kata Eko, Rabu.
BACA JUGA: Virus Corona Masih Bertebaran, 18 Warga Bantul Positif Covid-19
Meski demikian, Eko mendorong agar aparat tetap melanjutkan proses hukum terhadap pelaku tindak kekerasan itu secara tegas dan adil. Setiap tindakan pelanggaran hukum harus ada penanganan lebih lanjut, apalagi dalam kasus tersebut ada korban dan ada kerusakan.
“Jadi sudah sepatutnya untuk diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Apapun motifnya, pelaku perusakan dan pelanggaran hukum harus di proses aparat penegak hukum,” katanya.
Semua pihak perlu saling menahan diri dan memahami. Jika ada persoalan sebaiknya didiskusikan sehingga dampaknya tidak berkepanjangan dan menimbulkan konflik. Mengingat Babarsari termasuk kawasan pusat perekonomian yang ada di DIY, jika terjadi kerusuhan dikhawatirkan akan berdampak pada pergerakan ekonomi warga sekitar.
“Semoga situasi setelah bentrokan ini bisa kondusif seterusnya, agar tetap nyaman dan aman sehingga warga bisa beraktivitas seperti biasa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hari Kretek Nasional 2026 diwarnai konsolidasi 15 komunitas yang menghasilkan enam tuntutan terkait regulasi industri kretek.
Proyek data center AI Rp3,5 triliun di Jatiluhur dihentikan sementara. KDM menyebut kelalaian konsultan terkait data perizinan.
AS mengerahkan dua baterai rudal Patriot tambahan ke Saudi dan Qatar untuk melindungi fasilitas energi di tengah ancaman konflik Iran.
Angka pernikahan di Jogja turun. Pendidikan, karier, ekonomi hingga ketakutan gagal berumah tangga memengaruhi keputusan anak muda.
Sebanyak 1.001 pembatik meramaikan Malioboro lewat Simfoni 1001 Pembatik, mengajak masyarakat mengenal proses dan budaya batik.
Angka pernikahan di Kota Jogja terus menurun. Kemenag mencatat rata-rata perempuan menikah usia 22-25 tahun dan laki-laki 25-28 tahun.