Advertisement

Penjahat Seksual Mengincar Anak-Anak di DIY lewat Video Call, 3 Orang Jadi Korban!

Bhekti Suryani
Senin, 11 Juli 2022 - 17:17 WIB
Bhekti Suryani
Penjahat Seksual Mengincar Anak-Anak di DIY lewat Video Call, 3 Orang Jadi Korban! Ilustrasi. - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Sejumlah anak di Bantul menjadi korban predator seksual melalui fasilitas video call.

Kejahatan asusila, pornografi dan eksploitasi seksual itu diungkap oleh Polda DIY belum lama ini. Dalam jumpa pers, Senin (11/7/2022), Direskrimsus Polda DIY Kombes Pol Roberto G.M. Pasaribu menceritakan awal mula kasus ini terungkap.

Pada 21 Juni lalu, Bhabinkamtibmas Desa Argosari, Sedayu, Bantul menerima laporan dari guru dan orang tua siswa dari sebuah sekolah di wilayah tersebut.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Dilaporkan ada tiga anak yang dihubungi orang tidak dikenal. Anak-anak itu kaget dan menangis, karena saat mereka dihubungi lewat video call, mereka diajak melihat alat kelamin pelaku. "Itu anak umur 10 tahun," kata Roberto, dikutip dari siaran resmi Polda DIY, Senin (11/7/2022).

BACA JUGA: Polisi Tembak Polisi di Jakarta Selatan, Satu Tewas!

Polisi kemudian bergerak cepat memburu keberadaan pelaku. Hasil dari pengumpulan data, pelaku ternyata seorang pria berinisial FAS alias Bendot, 27. Polisi kemudian menangkap Bendot di Klaten, Jawa Tengah.

Dari penangkapan itu diketahui, pelaku sudah mencoba menghubungi empat orang korban. "Kenapa anak-anak yang dipilih, karena pelaku yakin dengan korbannya anak-anak bisa mencapai tujuannya [memuaskan hasrat seksual tersangka]," kata dia.

Ia meminta orang tua di DIY mengawasi anak-anaknya yang menggunakan gadget agar tak menjadi calon korban predator seksual seperti yang dialami sejumlah anak di Bantul.

Dalam kejahatan yang disebut child grooming tersebut, pelaku kata dia berupaya untuk bekomunikasi dengan calon korbannya dan membuat korbannya nyaman. Pelaku misalnya mengaku sebagai teman sebaya atau kakak kelas. untuk meyakinkan korban, pelaku biasanya mencatut atau menggunakan foto orang lain yang korban kenal atau membuat identitas palsu. Setelah bisa terhubung dengan nyaman dengan korban, pelaku kemudian melancarkan aksinya mempertontonkan alat kelaminnya kepada korban.

Advertisement

Polisi kini mendatangkan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang menjadi korban kejahatan child grooming tersebu agar tidak berdampak buruk pada psikologi mereka ke depannya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pilpres 2024: Gerindra Siap Lawan Anies Baswedan

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 15:37 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement