Advertisement

Rumah Sakit di Gunungkidul Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19

David Kurniawan
Jum'at, 22 Juli 2022 - 14:17 WIB
Budi Cahyana
Rumah Sakit di Gunungkidul Bersiap Hadapi Lonjakan Kasus Covid-19 Ilustrasi rumah sakit untuk pasien Covoid-19. - Antara/Aji Styawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rumah sakit di Gunungkidul bersiap menghadapi lonjakan kasus Covid-19.

Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, mengatakan kasus infeksi Corona di DIY akhir-akhir ini mulai meningkat. Berbagai persiapan telah dilakukan rumah sakit, mulai dari penyediaan ruang khusus perawatan hingga obat-obatan.

BACA JUGA: Parangtritis Akan Disulap Jadi Kawasan Wisata Malam, Begini Konsepnya

Dia menjelaskan sudah sejak satu pekan yang lalu tidak merawat pasien Covid-19. Hal ini tak lantas membuat kesiagaan menurun karena antisipasi kenaikan harus tetap diwaspadai.

“Harapannya tidak ada lonjakan di Gunungkidul. Tapi, kami tetap siaga karena ada kecenderungan kasus meningkat,” kata Heru kepada wartawan, Jumat (22/7/2022).

Menurut dia, meski sudah tidak ada lagi pasien yang dirawat, ruag perawatan untuk pasien Covid-19 tetap dipertahankan dengan 84 tempat tidur. Jumlah ini masih bisa ditambah apabila terjadi lonjakan kasus yang signifikan. “Kalau butuh tambahan, kapasitasnya akan ditambah sehingga bisa menampung pasien Covid-19 lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Alat produksi oksigen telah ditingkatkan dari 300 liter per menit menjadi 500 liter per menit.

“Tahun lalu saat terjadi lonjakan  [varian Delta] ketersediaan oksigen sempat terganggu karena banyak yang dirawat. Kemudian kami naikkan kapasitas produksi dengan membeli alat dari Belgia,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan akhir-akhir ini ada tren kenaikan kasus Covid-19.

Total hingga Jumat (22/7/22) pagi, jumlah warga yang dinyatakan tertular sebanyak 22.730 orang. Adapun kasus aktif sebanyak 13 pasien, sedangkan sisanya sebanyak 21.541 orang sudah dinyatakan sembuh dan 1.176 orang meninggal dunia karena virus Corona.

Advertisement

BACA JUGA: Pemkot Jogja Dorong Koperasi Konvensional Beralih ke Modern

Kasus aktif tersebar di Kapanewon Wonosari sebanyak 10 orang, Kapanewon Patuk dua orang dan satu kasus berada di Kapanewon Semin. Adapun 15 kapanewon lain di Gunungkidul, hingga sekarang belum lagi ditemukan kasus aktif.

“Selama pandemi masih ada, maka potensi penularan masih ada. Jadi, kami imbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan serta terus menjalankan pola hidup bersih dan sehat,” katanya.  

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Senin, 3 Oktober 2022

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 08:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement