Advertisement

Pemulihan Ekonomi DIY Dibayangi Naiknya Angka Inflasi

Herlambang Jati Kusumo
Sabtu, 30 Juli 2022 - 14:47 WIB
Budi Cahyana
Pemulihan Ekonomi DIY Dibayangi Naiknya Angka Inflasi Andong melintas di depan Pasar Beringharjo yang kini sudah berganti wajah. - Harian Jogja/Yosef Leon

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAPemulihan ekonomi di DIY yang mulai berjalan, dibayangi naiknya angka inflasi. Sejumlah faktor menjadi pendorong.

Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DIY Budiharto Setyawan optimis dengan pertumbuhan ekonomi di 2022 setelah melihat berbagai indikator. Pertumbuhan ekonomi DIY pada 2022 diproyeksi sebesar 4,9% - 5,7% (yoy). Namun, pemulihan ekonomi tersebut juga diikuti naiknya inflasi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

BACA JUGA: Dipaksa Pakai Jilbab, Murid SMAN 1 Banguntapan Bantul Depresi & Nangis di Toilet Sekolah

Terdapat beberapa tantangan yang perlu diwaspadai, seperti ketidakpastian ekonomi global di tengah ketegangan geopolitik Rusia-Ukraina, yang berdampak pada negara lainnya.

“Kebijakan proteksionisme pangan oleh negara produsen. Mulai membaiknya aktivitas ekonomi dan pariwisata, serta kenaikan ekspektasi inflasi yang menyebabkan peningkatan tekanan inflasi di DIY,” kata Budiharto, Jumat (29/7/2022).

“Sementara ini masih dalam pemulihan ekonomi, apabila ada gangguan di demand, demand naik terus nilai tukar terganggu menjadi pertimbangan nanti,” ujar Budiharto.

Pariwisata DIY memang menggeliat, dan mahasiswa diperkirakan akan segera datang. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan barang akan mengalami peningkatan, dan dapat mengerek inflasi.

“Kami menghimbau agar kenaikan barang tidak terlalu tinggi, mengupayakan pasokan tersedia, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, komunikasi, dibantu juga agar orang-orang konsumsi tidak berlebihan,” katanya.

Advertisement

Sekretaris Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Yogyakarta, Y. Sri Susilo mengatakan harga sejumlah kebutuhan pokok naik. Hal tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi inflasi. 

“Sebenarnya fenomena wajar ekonomi, tapi kalau tembus dua digit, akan menjadi awal penyakit ekonomi. Untuk target di kisaran 3-4%, mungkin akan sedikit lebih tinggi dari itu, jika kondisi seperti ini sampai akhir tahun. Perkiraan saya 5-6% masih common sense,” ucap Susilo.

BACA JUGA: Citayam Fashion Week ala Jogja Sudah Ada Sejak Lama, Tamunya Malah Bule-bule

Advertisement

Dia mengatakan kenaikan inflasi memang harus diwaspadai. Namun, jika masih dalam taraf wajar, bukan menjadi masalah.

“Kalau terlalu tinggi, di dua digit, bisa terjadi pengangguran. Jangka panjangnya akan resesi,” kata dosen Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Seribu Pelajar Menari Jaran Kepang di Alun-Alun Temanggung

News
| Minggu, 27 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement