Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Sejumlah pembalap motor saat mengikuti lomba Kejurda Road Race Sri Sultan Hamengku Buwono X CUP di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (14/8)
Harianjogja.com, BANTUL—Pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY, Nugroho Wijayanto menyatakan DIY merupakan gudangnya pembalap motor. Namun ia prihatin karena sampai saat ini DIY belum memiliki sirkuit permanen untuk menyelenggarakan kejuaraan daerah (Kejurda) maupun kejuaraan nasional (Kejurnas).
Rencana pembuatan sirkuit sempat muncul beberapa kali di Gunungkiudul maupun di Bantul, namun sampai saat ini pembuatan sirkuit belum juga terealisasi, “Dari Gubernur DIY sebenarnya sudah memberikan lahan Sultan Ground tapi investornya yang belum ada,” kata Nugroho disela-sela gelaran Kejurda Road Race Sri Sultan Hamengku Buwono X Cup di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul, Minggu (14/8/2022).
Nugroho mengaku prihatin tidak adanya sirkuit untuk balapan motor di DIY sehingga memanfaatkan halaman parkir stadion seperti di Mandala Krida dan SSA. Sejak tiga tahun ini DIY tidak menjadi tuan rumah Kejurnas Road Race karena tidak adanya sirkuit permanen.
“Untuk menyelenggarakan Kejurnas harus punya sirkuit permanen yang memiliki panjang minimal 1,2 kilometer. Sebenarnya lahan sudah ada tapi investornya yang belum ada,” ucapnya. Ia berharap ada investor masuk untuk membangun sirkuit agar pembalap-pembalap dari DIY bisa terfasilitasi.
Baca juga: Sadar Diri, Pembalap Ini Enggan Banyak Menuntut ke Yamaha
Sejauh ini banyak pembalap nasional, bahkan sudah sudah sampai tingkat internasional, seperti Galang Hendra dan Doni Tata. Dari situ ia bisa menyebut sebenarnya DIY merupakan gudangnya pembalap motor.
Saat ini Kejurda Road Race Sri Sultan Hamengku Buwono X Cup di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul juga dalam rangka menjaring pembalap-pembalap terutama pembalap muda yang akan diikutkan dalam Kerjurnas maupun tingkat internasional. Total ada 270 starter yang ikut dalam lomba ini yang terdiri dari 33 kelas. Kelas paling muda maksimal usia 12 tahun, dan kelas paling tua di atas usia 45 tahun.
Selain itu lomba yang disponsori oleh Pertamina ini juga membuka kelas scooter dan juga exs rider atau mantan pembalap karena pihaknya ingin memberikan kesempatan pembalap yang sudah profesional untuk penyemangat pemula, “Daripada balapan di jalan raya kita akomodir di sini,” katanya.
Agenda Rutin
Sales Branch Manager (SBM) 3 PT Pertamina DIY, Dimas Aji Kharisma Cakra mengatakan Kejurda Road Race ini memang merupakan agenda rutin yang setiap tahun selalu diselenggarakan. Namun intensitasnya berkurang karena pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun. Untuk tahun ini diselenggarakan yang kedua kalinya setelah awal tahun lalu dilaksanakan di Stadion Mandala Krida Jogja.
Gelaran Kejurda di SSA Bantul ini merupakan yang pertama terbuka untuk penonton, “Kalau di Mandala Krida awal tahun ini tertutup tak ada penonton,” katanya
PT Pertamina mendukung penuh kegiatan ini, terutama Pertamax Turbo. Pihaknya turut hadir mengapresiasi kegiatan-kegiatan positif karena kejuaraan ini dimulai dari usia 10 tahun. Jadi kegiatan ini dapat mendukung kegiatan anak-anak muda semua level untuk menuju ke level pro.
Rencananya Kejurda ini akan digelar lima kali selama tahun ini, “Kejurda ini juga sebagai ajang pembinaan pembalap muda agar bisa berprestasi. Kejurda ini juga bekerjasama dengan IMI. Jadi nanti pemenangnya bertahap setelah Kejurda terus nanti biasanya naik level Kejurnas,,” tandas Dimas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Meski api telah berhasil dikendalikan, petugas tetap melanjutkan proses mopping up atau penyisiran lokasi
Luhut Pandjaitan menargetkan 100 juta warga terdaftar dalam sistem bansos digital GovTech saat peluncuran oleh Presiden Prabowo pada 10 November 2026.
Sembada Run 2026 digelar di Lapangan Denggung, Sleman, dengan kategori 3K dan 5K untuk mendorong gaya hidup sehat serta promosi UMKM.
Danantara mengkaji akuisisi perusahaan atau pembangunan pabrik baru untuk memperkuat industri tekstil dan membuka lapangan kerja di Indonesia.
Tim penilai pusat mengevaluasi pengelolaan sanitasi di TPST Donokerto dan Madurejo, Sleman, untuk menilai layanan, regulasi, dan keberlanjutan.
DEN menilai skema impor BBM, minyak mentah, dan LPG melalui BLU Lemigas berpeluang menekan harga, dengan syarat biaya dan risiko terkendali.