Peridot Klaten Kembali ke Akar Kopi Setelah Hampir 12 Tahun Berjalan
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Ilustrasi kekerasan./Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang Sleman Fans (sebutan suporter PSS Sleman) meninggal dunia, Sabtu (27/8/2022). Sleman Fans bernama Aditya Eka Putranda tersebut meninggal dunia diduga dikeroyok sekelompok orang dengan menggunakan senjata tajam
Terkait dengan hal itu, Kapolres Sleman, AKBP Imam Rifai menegakan sudah mengamankan beberapa orang. \"Sedang kami proses. Begitu selesai [penyidikan] akan kami rilis,\" kata Imam, Minggu (28/8/2022).
Hanya saja, ia belum bisa memastikan berapa orang yang diamankan dan sudah dijadikan tersangka. Alasannya, hingga Minggu siang peran para pelaku yang diamankan masih didalami. Menurutnya, jumlah orang yang diamankan bisa saja bertambah hal itu tergantung dari pendalaman yang dilakukan penyidik.
Imam belum bisa memastikan apakah korban dan pelaku masing-masing merupakan suporter bola. Hal itu, katanya, masih akan diselidiki. Hanya saja, Imam Rifai membenarkan jika peristiwa itu terjadi setelah pertandingan sepak bola antara PSS Sleman dan Persebaya Surabaya selesai. \"Kami mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam berkegiatan, terutama pada jam-jam rawan,\" ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hampir 12 tahun Peridot Coffee and Eatery Klaten bertahan mengikuti perubahan tren kopi, dari mesin espresso hingga konsep slowbar.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.
DPRD DIY meminta BUMD tak hanya mengejar pertumbuhan aset, tetapi juga memperbesar keuntungan dan kontribusi terhadap pendapatan daerah.