Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Warga berkerumun di sekitar lokasi kejadian tabrakan beruntun di Dusun Mrisi, Kasihan, Selasa (20/9/2022)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, BANTUL — Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) karambol terjadi di Dusun Mrisi, Kalurahan Tirtonirmolo, Kapanewon Kasihan, Bantul, tepatnya di jalan sisi Selatan Pabrik Gula Madukismo, Selasa (20/9/2022) pukul 15.00 WIB.
Lakalantas karambol tersebut melibatkan satu mobil Honda Brio dan 10 sepeda motor serta dan satu sepeda kayuh.
Kasatlantas Polres Bantul, Iptu Fikri Kurniawan, mengatakan tabrakan beruntun itu terjadi ketika mobil Brio yang dikendarai SCM, warga Gamping, Sleman melaju ke arah selatan.
Awalnya, mobil tersebut menabrak sepeda kayuh dan dua pengendara motor. Lantaran panik, SCM lantas membanting kemudi ke arah kanan. Akibatnya, mobil justru menabrak dua sepeda motor.
Tak cukup sampai di situ, SCM kembali membanting kemudinya ke arah kiri sehingga menabrak enam sepeda motor lainnya yag dua di antaranya adalah pelajar SMA. “Kondisi lalu lintas saat itu memang lumayan padat. Kan itu jam pulang kerja,” kata Iptu Fikri.
BACA JUGA: 2022, Bantul Dapat Kuota 510 Formasi ASN
Hingga kini, belum diketahui secara pasti berapa jumlah korban serta kondisi terakhirnya. Namun, dari hasil asesmen sementara dan olah tempat kejadian perkara (TKP), setidaknya ada 11 orang yang menjadi korban insiden tersebut.
Sementara itu, salah satu saksi mata, Imo, 45, warga Mrisi mengatakan tabrakan di titik ketiga hingga terakhir mengakibatkan luka parah pada korban.
“Yang ditabrak mulai dari nomor tiga sampai terakhir itu parah semua [keadaannya]. Apalagi yang [melaju] dari arah berlawanan,” kata Imo.
“Awalnya saya kira ban meletus, tetapi kok [bukan]. Saya langsung lari. Arit saya lempar lalu bergegas menolong korban,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.