Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Sesosok jasad orok yang baru dilahirkan ditemukan di Dusun Mancingan, Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Bantul, tepatnya di timur Kalimati Pantai Parangkusumo, Rabu (28/9/2022).
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widyana mengatakan jasad bayi tersebut kali pertama ditemukan oleh seorang wisatawan asal Jogja, bernama Endri Purnomo saat sedang berwisata di Pantai Parangkusumo, sekitar pukul 05.00 WIB.
Saat saksi berjalan-jalan di sekitar pantai kemudian melihat benda yang mencurigakan dan menyerupai bayi. Saksi kemudian memanggil warga setempat untuk sama-sama mengecek benda tersebut. “Warga menguatkan bahwa benda tersebut ternyata memang benar jasad bayi,” katanya, Rabu (29/9/2022).
Kejadian tersebut kemudian langsung dilaporkan ke Polsek Kretek. Tidak lama kemudian jajaran Polsek Kretek tiba di lokasi kejadian, disusul Tim Identifikasi dari Polres Bantul dan tim medis dari Puskesmas Kretek.
Baca juga: Sempat Hujan di Pagi Hari, Bagaimana Cuaca DIY Siang-Malam?
Dari hasil pemeriksaan tim identifikasi dan tim medis, bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dilahirkan sekitar tiga jam sebelum ditemukan, “Bayi dilahirkan sekitar pukul 02.00 WIB,” katanya.
Sementara usia bayi baru sekitar lebih kurang lima bulan dalam kandungan. Berat bayi baru sekitar 500 gram dan panjang 26 sentimeter. Setelah dilakukan pemeriksaan, jasad bayi tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY untuk penanganan lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan pelacakan terkait orang tua yang membuang bayi tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.