Advertisement

2 Tahun Vakum, Sultan Jogja Kembali Bagikan Udhik-Udhik untuk Warga

Sunartono
Jum'at, 30 September 2022 - 16:07 WIB
Budi Cahyana
2 Tahun Vakum, Sultan Jogja Kembali Bagikan Udhik-Udhik untuk Warga Ribuan warga berebut udik-udik yang disebarkan oleh Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan Hamengkubuwono X di Pagongan Ler area Kompleks Masjid Gede Kauman dalam acara tradisi Kondor Gongso (Gamelan) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (20/11/2018) malam. - Harian Jogja/Sunartono

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan menggelar pembagian udhik-udhik untuk memperingati Maulid Nabi pada 1-7 Oktober 2022 (6-12 Mulud Ehe 1956) mendatang. Pembagian udhik-udhik ini merupakan pertama kalinya setelah dua tahun terakhir tidak digelar secara terbuka untuk masyarakat akibat pandemi Covid-19.

Penghageng Pengulon KRT Jayaningrat menjelaskan dalam rangkaian peringatan Maulud Nabi ini ada tradisi Miyos Gongso. Ini merupakan keluarnya dua gamelan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk dibawa ke pelataran Masjid Gede Kauman. Kemudian dua gamelan Sekati, yaitu Kanjeng Kiai Guntur Madu dan Kanjeng Kiai Bogor Wilogo tersebut, ditabuh dari pukul 10.00 WIB hingga 20.00 WIB.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Miyos Gongso ini digelar pada Sabtu, 1 Oktober 2022 malam hari. Kedua gamelan Kraton dibawa dengan rute dari Bangsal Pancaniti, lalu ke utara menuju Sitihinggil, Pagelaran, lalu ke barat hingga ke pelataran Masjid Gedhe, kemudian ditempatkan di Pagongan, Masjid Gede," katanya, Jumat (30/9/2022).

Ia menambahkan sebelum dibawa ke Pagongan, Masjid Gedhe Kauman, kedua gamelan ini lebih dahulu ditabuh oleh niyaga hingga pukul 23.00 WIB. Saat itu juga dibagikan udhik-udhik secara terbatas kepada niyaga dan pengrawit. "Pada semua proses ini memang ada beberapa alternatif terutama dengan menaati protokol kesehatan," katanya.

Jayaningrat mengatakan penyebaran udhik-udhik untuk masyarakat seperti biasanya digelar di Pelataran Masjid Gede pada Jumat 7 Oktober 2022 sebelum proses Kondur Gongso. Pada prosesi ini pelataran Masjid Gede akan dibuka untuk masyarakat umum dengan protokol kesehatan ketat, termasuk pembatasan jika pelataran sudah terlampaui penuh.

"Ngarsa Dalem mengharapkan ada penyebaran udhik-udhik untuk masyarakat. Jadi pelataran Masjid Gede nanti akan kami buka untuk masyarakat umum," ujarnya.

BACA JUGA: Pasar Malam Bakal Digelar di Eks Kampus Stiekers, Karaton: Itu Bukan Sekaten

Penyebaran udhik-udhik dilakukan Ngarsa Dalem dari Pagongan sisi selatan, Pagongan sisi utara, kemudian ke dalam Masjid Gedhe. Udhik-udhik terdiri dari bunga, uang logam, beras, dan biji-bijian sebagai lambang sedekah raja bagi rakyatnya. Setelah menyebar udhik-udhik, Ngarsa Dalem akan mendengarkan pembacaan riwayat Nabi Muhammad SAW dengan mengenakan simping melati di telinga sebagai lambang bahwa raja selalu mendengarkan keluh kesah rakyatnya.

Advertisement

"Prosesi Kondur Gangsa ini juga dapat disaksikan masyarakat secara langsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Prakiraan Cuaca, Hari Ini: Siang Ini, Kota dan Sleman Dilanda Hujan Petir

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 08:57 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement