Advertisement

Pasar Malam Bakal Digelar di Eks Kampus Stiekers, Karaton: Itu Bukan Sekaten

Sunartono
Jum'at, 02 September 2022 - 11:07 WIB
Sirojul Khafid
Pasar Malam Bakal Digelar di Eks Kampus Stiekers, Karaton: Itu Bukan Sekaten Sejumlah masyarakat mendaftar penyewaan stan Pasar Rakyar Jogja Gumregah 2022, Kamis (1/9/2022). - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat memberikan penjelasan penyebutan oleh masyarakat terkait Pasar Malam Sekaten yang rencananya digelar oleh pihak swasta di Eks Kampus Stiekers Jalan Parangtritis. Pasar malam tersebut bukan bagian dari perayaan sekaten, karena hakekatnya sekaten adalah proses ritual Karaton yang setiap tahun digelar saat Maulid Nabi. 

Penghageng KHP Nitya Budaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, GKR Bendara, menjelaskan masyarakat jangan salah mengartikan antara pengertian pasar malam dengan sekaten. Rencana pelaksanaan pasar malam yang akan digelar di eks lahan Stiekers bukan sekaten, melainkan pasar rakyat. Karena sekaten adalah prosesi yang hanya ada di kraton. 

“Saya rasa itu namanya pasar rakyat, kemarin sudah ada koreksi itu pasar rakyat bukan sekaten. Karena sekaten itu adalah sebuah tradisi yang hanya berada di Karaton Jogja, saya rasa itu adalah pasar rakyat,” katanya kepada wartawan, Rabu (31/9/2022). 

Ia berharap masyarakat memahami bahwa sekaten dengan pasar malam sangat berbeda dan jangan digabungkan dalam satu kalimat. “Beda, kalau pasar sekaten itu tidak ada, adanya pasar rakyat dan sekaten sendiri, jadi jangan digabungkan dalam satu kalimat,” ujarnya. 

BACA JUGA: Rp5 Triliun Dikucurkan untuk Kebut Pembebasan Lahan Tol di DIY

Ketua Sekber Keistimewaan DIY sekaligus panitia Pasar Rakyat Jogja Gumregah, Widihasto Wasana Putra, sepakat dengan pernyataan GKR Bendara. Oleh karena itu pasar malam tersebut mengambil nama Pasar Rakyat Jogja Gumregah 2022. Bahwa pasar rakyat tersebut sangat berbeda dengan sekaten. Sekaten tidak bisa lepas dari Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat, salah satu prosesi adalah dibunyikannya dua set gamelan yaitu Kyai Nogowilogo dan Kyai Gunturmadu selama tujuh hari berturut-turut. 

“Jadi kami memilih nama Pasar Rakyat Jogja Gumregah 2022, kami sudah diskusi juga dengan GKR Mangkubumi [Penghageng Kraton Ngayogyakarta],” katanya. 

Penyelenggara Pasar Rakyat Jogja Gumregah adalah Sekber Keistimewaan DIY, Altar Ria Production dan Pola Prakarya didukung Perkumpulan Pengusaha Pasar Malam P3M. Digelar bersamaan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu Pahing 12 Mulud 1956 Ehe atau Sabtu 8 Oktober 2022. Adapun pasar rakyat selama sebulan yaitu mulai tanggal 16 September hingga 16 Oktober 2022. 

BACA JUGA: Jalan di Jogja Kian Padat, 32 Persimpangan Kini Dilengkapi ATCS

Ia berharap pasar ini turut mendorong geliat ekonomi pelaku usaha kecil setelah melewati masa pandemi covid-19. Selain itu juga menyemarakkan kawasan selatan Jogja. Istilah Jogja Gumregah dipilih sebagai suatu harapan agar perekonomian masyarakat kembali bangkit setelah dua tahun terpuruk akibat dampak pandemi covid. 

Advertisement

“Dampak dari gelaran Pasar Rakyat Jogja Gumregah akan menggairahkan geliat ekonomi para pedagang UMKM, penyedia jasa persewaan tenda, jasa listrik, jasa kebersihan, pelaku seni pertunjukan,” katanya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi, Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement