Advertisement

Jalan di Jogja Kian Padat, 32 Persimpangan Kini Dilengkapi ATCS

Yosef Leon
Kamis, 01 September 2022 - 19:57 WIB
Arief Junianto
Jalan di Jogja Kian Padat, 32 Persimpangan Kini Dilengkapi ATCS Ilustrasi kemacetan lalu lintas di Malioboro. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Sedikitnya 32 dari 58 simpang jalan yang ada di Kota Jogja telah dilengkapi dengan fasilitas Area Traffic Control System (ATCS) untuk pengendalian arus lalu lintas secara responsif.

Pada tahun ini dua simpang di kawasan Bausasran dan Pingit juga akan dilengkapi dengan fasilitas itu guna mengefektifkan pengaturan arus. 

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja, GM Yulianto mengatakan keberadaan ATCS sangat membantu petugas dalam mengatur arus dan manajemen lalu lintas.

BACA JUGA: Sleman Tuan Rumah Porda: Sukses Acara, Sukses Prestasi, dan Sukses Bangkitkan Ekonomi

Lewat fasilitas ini, petugas tidak lagi perlu mengatur arus secara langsung ke lapangan. Pengendalian hanya dilakukan terpusat di sebuah ruangan yang tersambung langsung dengan lampu APILL. 

"Dengan ATCS, kami bisa melakukan pengaturan baik itu durasi lampu, atau arus lalu lintas lainnya melalui ruangan kita, ini sangat membantu kami terutama karena kami menyadari bahwa dari kuantitas SDM kami memang belum cukup sehingga lewat ATCS ini sangat efektif dan membantu sekali," kata Yulianto, Kamis (1/9/2022). 

Ruangan pengendalian ATCS dipantau oleh enam orang petugas yang bergantian dari pagi sampai malam hari. Saat melihat suatu simpang terdapat kepadatan kendaraan, petugas bisa melakukan pengaturan dengan misalnya menambah durasi lampu hijau sampai kondisi antrean kendaraan terurai. Pengaturan lampu Apill juga dibuat berbeda ketika pagi, siang dan malam hari. 

"Bisa diatur manual maupun dengan sistem, jadi kalau sistem normalnya setiap hari begitu. Tetapi kalau ada situasi yang mendesak maka perlu diatur manual, durasinya sangat situasional dan berbeda," katanya. 

Salah satu simpang yang telah terpasang fasilitas ATCS yakni berada di kawasan Titik Nol Kilometer. Area ini memang kerap padat karena menjadi jalur utama pengendara saat melintas di tengah kota.

Selain itu, kawasan Titik Nol KM juga kerap digunakan warga untuk menyampaikan aspirasi dan bakal berdampak pada kondisi persimpangan lain yang ada di sekitarnya.  "Ketika dipakai demo di tengah kan ada imbas dengan simpang yang lain misal Gondomanan, Ngabean atau yang lain. Maka ketika seperti itu harus dilaksanakan pengaturan lewat ATCS," ujar dia. 

Advertisement

Adapun pengadaan satu unit ATCS untuk sebuah persimpangan memakan biaya sebesar Rp400 juta. "Memang cukup besar tetapi kami kadang menyiasati kalau tidak terlalu mendesak ada alat yang tidak diikutsertakan fasilitasnya," ucap Yulianto. 

BACA JUGA: Ratusan UMKM di Slemam Meriahkan Porda, Perputaran Uang Minimal Rp500 Juta

Sekda Kota Jogja, Aman Yuriadijaya menyampaikan, ditargetkan tiga tahun anggaran ke depan 58 simpang jalan yang ada di Jogja sudah dilengkapi dengan fasilitas ATCS. Menurutnya, ke depan efektivitas pengaturan lalu lintas bisa diharapkan terwujud dengan penambahan ATCS. 

Advertisement

"Kami melihat bahwa potensi efektivitas pengelolaan lalu lintas di Jogja lewat metode ATCS ini efektif. Sehingga kami sangat berharap dari proses penyempurnaan akan trus kita dorong karena sampai saat ini memang ada beberapa simpang yang belum, jadi komitmen kami bagaimana semakin banyak simpang yang dilengkapi," ungkapnya.  

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pemkot Magelang Berikan Proteksi Praktik Dokter

News
| Jum'at, 30 September 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement